Mau Beli Mobil Bekas Tabrakan? Bengkel Spesialis Bagikan Tips agar Tak Menyesal
Membeli mobil bekas yang pernah mengalami tabrakan bukan berarti pilihan yang buruk, asalkan calon pembeli mengetahui cara memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh sebelum melakukan transaksi.
Tidak sedikit mobil bekas yang pernah mengalami kecelakaan kembali dijual di pasaran setelah diperbaiki. Bahkan, sebagian di antaranya memiliki tampilan yang nyaris sempurna sehingga sulit dibedakan dengan mobil yang tidak pernah mengalami benturan.
Karena itu, calon pembeli tidak boleh hanya terpaku pada tampilan eksterior yang mengilap. Pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kendaraan masih aman dan layak digunakan dalam jangka panjang.
Alvian Akmal, pemilik diler sekaligus bengkel spesialis Beli Mobil Rusak (BMR) di Pondok Gede, membagikan sejumlah tips yang wajib diperhatikan calon pembeli sebelum memutuskan membeli mobil bekas yang pernah mengalami tabrakan. Menurutnya, mobil bekas tabrakan tidak selalu harus dihindari, selama kerusakannya tidak menyentuh struktur utama kendaraan dan proses perbaikannya dilakukan secara benar.
Langkah pertama yang disarankan adalah menelusuri riwayat kerusakan kendaraan. Mintalah penjual menjelaskan bagian mana yang pernah mengalami benturan, tingkat kerusakannya, serta komponen apa saja yang telah diganti selama proses perbaikan. Informasi tersebut akan membantu pembeli menilai apakah kendaraan masih layak dipertimbangkan.
Bagian yang perlu mendapat perhatian utama adalah rangka atau sasis. Kerusakan pada struktur utama kendaraan akibat tabrakan berat dapat memengaruhi kestabilan, kenyamanan, hingga tingkat keselamatan saat mobil digunakan. Oleh karena itu, pastikan tidak ada bekas sambungan, las, atau perubahan bentuk yang menunjukkan rangka pernah mengalami deformasi.
Selain rangka, perhatikan keselarasan panel bodi seperti kap mesin, pintu, bagasi, dan fender. Celah antar panel yang tidak simetris dapat menjadi indikasi kendaraan pernah mengalami benturan cukup keras atau proses perbaikannya kurang presisi.
Pemeriksaan kualitas pengecatan juga penting dilakukan. Perbedaan warna cat, tekstur yang tidak merata, atau adanya bekas dempul bisa menjadi tanda bahwa bagian bodi tertentu pernah mengalami perbaikan setelah kecelakaan.
Komponen kaki-kaki juga wajib diperiksa. Lakukan uji jalan untuk memastikan mobil tetap melaju lurus saat setir dilepas sesaat di jalan yang aman. Jika mobil cenderung menarik ke satu sisi atau muncul bunyi tidak wajar dari suspensi, kondisi tersebut patut diwaspadai karena bisa menjadi dampak benturan sebelumnya.
Ruang mesin pun tidak boleh luput dari perhatian. Periksa dudukan mesin, radiator support, serta komponen struktural lainnya untuk memastikan tidak ada bekas perbaikan besar yang mengindikasikan tabrakan di bagian depan kendaraan.
Bagi calon pembeli yang belum berpengalaman, Alvian menyarankan agar membawa mekanik independen atau memanfaatkan jasa inspeksi kendaraan di bengkel terpercaya. Biaya pemeriksaan dinilai jauh lebih kecil dibandingkan potensi kerugian jika membeli mobil dengan kerusakan tersembunyi.
Pada akhirnya, mobil bekas yang pernah mengalami tabrakan tetap bisa menjadi pilihan dengan harga yang lebih terjangkau, asalkan kondisi struktur kendaraan masih baik, proses perbaikannya dilakukan sesuai standar, dan seluruh komponen keselamatannya berfungsi dengan optimal. Pemeriksaan yang teliti sebelum membeli menjadi kunci agar konsumen tidak menyesal di kemudian hari.





