HealthcareUpdate News

Depresi dan Cemas Bisa Memangkas Harapan Hidup hingga 20 Tahun, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa depresi dan gangguan kecemasan dapat mengurangi harapan hidup hingga 20 tahun.

Gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan bukan hanya memengaruhi kondisi emosional seseorang, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis yang berujung pada berkurangnya harapan hidup hingga 10–20 tahun.

Temuan tersebut diungkap dalam sejumlah penelitian yang dikutip para ahli. Selama ini depresi dan gangguan kecemasan sering dipandang sebagai masalah psikologis semata, padahal dampaknya juga dapat merusak kesehatan fisik, terutama sistem kardiovaskular.

Salah satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Regional Health–Europe pada 2025 menemukan adanya hubungan kuat antara gangguan mental dan penyakit jantung. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang dengan gangguan mental memiliki risiko 50 persen hingga dua kali lebih tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, maupun meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, pasien yang telah mengidap penyakit jantung juga lebih rentan mengalami depresi dan kecemasan.

Penelitian itu juga menemukan bahwa penderita depresi memiliki kemungkinan 72 persen lebih besar mengalami penyakit jantung dibandingkan orang tanpa depresi. Sementara itu, penderita gangguan kecemasan memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sekitar 41 persen lebih tinggi. Pada penderita skizofrenia, risikonya bahkan meningkat hingga 95 persen.

Mengapa Kesehatan Mental Berpengaruh pada Umur?

Para peneliti menjelaskan bahwa depresi dan kecemasan memicu berbagai perubahan biologis di dalam tubuh. Saat seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh memproduksi hormon stres dalam jumlah tinggi yang dapat memicu peradangan kronis, meningkatkan tekanan darah, serta mengganggu fungsi pembuluh darah dan jantung.

Read More  Tambah Durasi Tidur Bisa Bantu Jaga Kesehatan Jantung

Selain itu, gangguan kesehatan mental juga sering diikuti perubahan gaya hidup yang memperburuk kondisi fisik. Banyak penderita depresi mengalami gangguan tidur, kurang beraktivitas, kehilangan motivasi untuk berolahraga, memiliki pola makan yang kurang sehat, bahkan lebih rentan merokok atau mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Kombinasi berbagai faktor tersebut meningkatkan risiko munculnya penyakit kronis.

Akibatnya, gangguan kesehatan mental tidak hanya menurunkan kualitas hidup, tetapi juga dapat mempercepat timbulnya berbagai penyakit yang mengurangi harapan hidup seseorang.

Jangan Abaikan Gejala Awal

Depresi bukan sekadar merasa sedih selama beberapa hari. Kondisi ini umumnya ditandai dengan perasaan murung yang berlangsung terus-menerus, hilangnya minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, sulit berkonsentrasi, perubahan pola tidur dan nafsu makan, hingga muncul rasa putus asa.

Sementara itu, gangguan kecemasan ditandai dengan rasa khawatir yang berlebihan, sulit mengendalikan kecemasan, jantung berdebar, ketegangan otot, serta gangguan tidur yang berlangsung dalam waktu lama.

Apabila gejala tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, para ahli menyarankan agar segera mencari bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah gangguan berkembang menjadi lebih berat sekaligus mengurangi risiko komplikasi terhadap kesehatan fisik.

Menjaga Mental Sama Pentingnya dengan Menjaga Jantung

Para ahli menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental seharusnya menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Mengelola stres, tidur yang cukup, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta membangun hubungan sosial yang sehat dapat membantu menurunkan risiko depresi maupun penyakit jantung.

Temuan ini juga menjadi pengingat bahwa kesehatan mental bukan persoalan yang bisa dianggap sepele. Semakin cepat gangguan seperti depresi dan kecemasan dikenali serta ditangani, semakin besar pula peluang untuk menjaga kualitas hidup sekaligus memperpanjang harapan hidup

Back to top button