Korsleting Aki Bisa Bikin Mobil Terbakar, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
Kebakaran Daihatsu Zebra Espass saat mengisi BBM di sebuah SPBU di Kota Bogor yang diduga dipicu korsleting aki menjadi pengingat bahwa kondisi sistem kelistrikan kendaraan tidak boleh diabaikan.
Kebakaran kendaraan bisa terjadi kapan saja dan salah satu pemicunya adalah masalah pada sistem kelistrikan. Kasus yang terjadi di sebuah SPBU di Kota Bogor pada Minggu (9/8/2026) menjadi pengingat bahwa korsleting aki bukan persoalan sepele.
Daihatsu Zebra Espass dengan nomor polisi F-1685-FW terbakar ketika sedang mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Jalan Kapten Brigjen Saptahadi, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Menurut keterangan kepolisian, kebakaran diduga berasal dari korsleting aki. Api muncul dari bagian kiri kendaraan ketika proses pengisian BBM berlangsung dan kemudian membesar hingga merambat ke area dispenser. Dua mesin dispenser SPBU ikut terbakar. Pengemudi mengalami luka bakar ringan dan kendaraan mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa gangguan kecil pada sistem kelistrikan kendaraan dapat berubah menjadi persoalan serius apabila terjadi di lokasi yang memiliki bahan mudah terbakar seperti SPBU.
Mengapa Korsleting Aki Bisa Memicu Kebakaran?
Aki merupakan sumber energi listrik utama pada kendaraan. Arus listrik dari aki digunakan untuk menghidupkan kendaraan dan menyuplai berbagai komponen kelistrikan.
Masalah muncul ketika arus listrik mengalir melalui jalur yang tidak semestinya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kabel menjadi panas, muncul percikan listrik, atau komponen kelistrikan mengalami kerusakan.
Korsleting dapat terjadi akibat kabel yang terkelupas, sambungan yang tidak baik, terminal aki bermasalah, hingga pemasangan aksesori tambahan yang tidak sesuai dengan sistem kelistrikan kendaraan.
Kabel yang rusak juga perlu mendapat perhatian. Kerusakan akibat usia, panas, gesekan, air, atau bahkan gigitan tikus dapat membuat bagian penghantar listrik terbuka sehingga meningkatkan risiko hubungan arus pendek.
Terminal Aki Jangan Dibiarkan Kotor atau Longgar
Salah satu pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan pemilik kendaraan adalah melihat kondisi terminal aki.
Terminal yang kotor atau mengalami korosi dapat mengganggu aliran listrik. Sementara terminal yang longgar dapat menyebabkan hubungan listrik tidak stabil.
Pemilik kendaraan sebaiknya memastikan sambungan terminal aki terpasang dengan kuat dan memeriksa apakah terdapat karat atau kotoran pada bagian tersebut. Pemeriksaan kondisi aki dan terminal juga sebaiknya menjadi bagian dari perawatan kendaraan secara berkala.
Jika ditemukan kondisi yang tidak normal dan pemilik kendaraan tidak memahami sistem kelistrikan, sebaiknya pemeriksaan dilakukan di bengkel agar tidak menimbulkan risiko tambahan.
Waspadai Kabel yang Terluka
Kabel kelistrikan merupakan bagian penting yang sering tersembunyi di balik komponen kendaraan. Karena itu, kerusakan pada kabel terkadang tidak langsung terlihat.
Kabel dengan lapisan isolasi yang terkelupas, meleleh, terjepit, atau sambungannya tidak sempurna dapat menjadi sumber masalah. Pada kondisi tertentu, kabel yang rusak dapat menyebabkan korsleting dan bahkan kebakaran.
Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak mengabaikan gejala seperti bau plastik terbakar, muncul asap dari ruang mesin, lampu berkedip tidak normal, sekring sering putus, atau komponen elektronik tiba-tiba mati dan hidup sendiri.
Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem kelistrikan yang perlu segera diperiksa.
Jangan Sembarangan Menambah Aksesori Kelistrikan
Penggunaan aksesori tambahan pada mobil kini semakin banyak. Mulai dari lampu tambahan, audio, kamera dasbor, perangkat navigasi, hingga berbagai perangkat elektronik lainnya.
Namun, penambahan aksesori tidak boleh dilakukan sembarangan.
Jika pemasangan kabel dan sekring tidak sesuai kebutuhan, sistem kelistrikan dapat mengalami beban berlebihan. Produsen kendaraan juga mengingatkan bahwa modifikasi kelistrikan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko korsleting.
Karena itu, pemasangan aksesori sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem kelistrikan kendaraan. Penggunaan kabel dan pengaman yang sesuai juga penting agar arus listrik tetap terkendali.
Jangan Mengganti Sekring dengan Ukuran Sembarangan
Sekring berfungsi sebagai salah satu pengaman sistem kelistrikan. Komponen tersebut dirancang untuk memutus arus ketika terjadi kondisi tertentu yang berpotensi merusak rangkaian.
Masalah dapat muncul jika pemilik kendaraan mengganti sekring dengan ukuran yang tidak sesuai atau melakukan modifikasi pada sistem pengaman.
Sekring yang tidak sesuai dapat membuat sistem kehilangan perlindungan yang seharusnya. Bahkan, sambungan atau dudukan sekring yang longgar dapat menimbulkan panas dan percikan yang berpotensi memicu kebakaran.
Karena itu, jangan mengganti sekring dengan komponen yang spesifikasinya tidak sesuai hanya agar kendaraan kembali dapat digunakan.
Periksa Kondisi Aki Secara Berkala
Aki juga memiliki usia pakai. Kondisinya perlu diperiksa secara berkala, terutama pada kendaraan yang sudah berusia cukup lama.
Untuk aki basah, ketinggian cairan juga perlu diperhatikan sesuai rekomendasi pabrikan. Sementara untuk aki bebas perawatan, kondisi fisik dan indikatornya tetap perlu diperiksa.
Pemeriksaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan aki menghidupkan kendaraan. Kondisi terminal, kabel, dan sistem pengisian juga perlu diperhatikan.
Alternator yang bermasalah, misalnya, dapat membuat sistem pengisian aki tidak bekerja optimal. Gejalanya antara lain lampu indikator aki menyala ketika kendaraan berjalan atau lampu kendaraan menjadi redup.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Tercium Bau Terbakar?
Pengemudi harus segera waspada jika mencium bau plastik atau kabel terbakar dari kendaraan.
Jangan menunggu sampai muncul api. Jika kondisi memungkinkan, kendaraan sebaiknya dihentikan di tempat yang aman dan mesin dimatikan. Jangan melanjutkan perjalanan sebelum sumber masalah diperiksa.
Jika sudah muncul asap atau api, jangan mengambil risiko membuka atau membongkar komponen kelistrikan secara sembarangan. Segera menjauh dari kendaraan dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran atau layanan darurat.
Terlebih ketika kendaraan berada di SPBU, pengemudi harus mengikuti instruksi petugas dan segera meninggalkan area apabila diminta. SPBU merupakan lokasi yang memiliki bahan bakar mudah terbakar sehingga penanganan keadaan darurat harus dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.
Kebakaran di SPBU Menjadi Pelajaran Penting
Peristiwa di Kota Bogor menunjukkan bahwa keselamatan kendaraan tidak hanya berkaitan dengan kondisi ban, rem, atau mesin.
Sistem kelistrikan juga memiliki peran penting. Aki, kabel, sekring, alternator, konektor, dan berbagai perangkat elektronik harus berada dalam kondisi baik.
Perawatan rutin menjadi cara paling sederhana untuk mengurangi risiko. Pemilik kendaraan tidak perlu menunggu mobil mogok atau muncul api untuk memeriksa sistem kelistrikan.
Apalagi, masalah kelistrikan terkadang diawali gejala yang terlihat sederhana. Lampu berkedip, sekring sering putus, starter bermasalah, bau kabel terbakar, atau aksesori yang tiba-tiba mati dapat menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan.
Kebakaran mobil di SPBU Kota Bogor yang masih diduga disebabkan korsleting aki menjadi pengingat bahwa keselamatan kendaraan dimulai sebelum kendaraan digunakan.
Dengan pemeriksaan aki, kabel, sekring, dan sistem kelistrikan secara berkala serta menghindari modifikasi sembarangan, risiko korsleting dan kebakaran kendaraan dapat ditekan.





