TechnoUpdate News

Drone yang Bisa ‘Menghilang’ dari Pandangan Berhasil Dikembangkan, Ini Cara Kerjanya

Para peneliti berhasil mengembangkan drone Phantom Twist yang hampir tidak terlihat oleh mata manusia dengan memanfaatkan ilusi optik akibat putaran yang sangat cepat.

Para peneliti berhasil mengembangkan drone yang dapat “menghilang” dari pandangan manusia dengan memanfaatkan ilusi optik akibat putaran yang sangat cepat sehingga bentuknya sulit dikenali oleh mata.

Drone yang diberi nama Phantom Twist tersebut dikembangkan oleh para peneliti dari Northwestern University di Amerika Serikat. Berbeda dengan drone pada umumnya yang mengandalkan empat baling-baling dengan badan pesawat yang tetap diam, Phantom Twist justru membuat seluruh tubuh dronenya ikut berputar ketika terbang.

Ketika drone mencapai kecepatan putaran sekitar 25 kali per detik, mata manusia tidak lagi mampu menangkap bentuknya secara jelas. Yang terlihat hanyalah bayangan samar menyerupai kabut tipis yang menyatu dengan latar belakang di sekitarnya.

Para peneliti tidak menggunakan teknologi siluman, material transparan, maupun sistem optik pembelok cahaya seperti yang selama ini banyak dikembangkan. Mereka justru memanfaatkan keterbatasan penglihatan manusia dalam memproses objek yang bergerak sangat cepat.

Memanfaatkan Kelemahan Mata Manusia

Manusia membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk mengumpulkan informasi visual sebelum otak menerjemahkannya menjadi sebuah gambar yang utuh. Ketika sebuah objek bergerak terlalu cepat, mata akan melihatnya sebagai efek blur atau kabur.

Fenomena inilah yang dimanfaatkan Phantom Twist. Efeknya mirip seperti ketika seseorang melihat kipas angin yang berputar sangat cepat sehingga baling-balingnya terlihat seolah menghilang.

Namun, yang membuat penelitian ini menarik adalah bukan hanya baling-baling yang berputar, melainkan seluruh badan drone ikut berputar. Kondisi tersebut menghilangkan titik referensi visual yang biasanya membuat sebuah drone mudah dikenali.

Read More  lmuwan Temukan Cara Membuat Kayu Lebih Kuat dari Baja

Hasil pengujian menunjukkan Phantom Twist memiliki tingkat visibilitas sekitar 10 kali lebih rendah dibandingkan drone quadcopter konvensional. Dengan kata lain, drone ini jauh lebih sulit terlihat oleh mata manusia ketika sedang terbang.

AI Membantu Mendesain Drone

Untuk mendapatkan desain yang paling sulit terlihat, tim peneliti memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan algoritma optimasi dalam proses perancangannya.

Komputer terlebih dahulu menghasilkan sekitar 20.000 konfigurasi drone yang memungkinkan untuk terbang dengan stabil. Setelah itu, AI secara berulang mengatur posisi motor, baling-baling, baterai, papan sirkuit, hingga pemberat agar menghasilkan desain dengan tingkat visibilitas serendah mungkin.

Ratusan desain terbaik kemudian disimulasikan dengan berbagai latar belakang yang berbeda untuk mengetahui seberapa mudah drone tersebut dapat dikenali oleh mata manusia. Setelah melalui berbagai tahapan pengujian, dipilihlah desain yang paling optimal dan kemudian dibuat dalam bentuk prototipe.

Berpotensi Digunakan untuk Berbagai Keperluan

Para peneliti menilai drone dengan tingkat visibilitas rendah memiliki banyak manfaat. Teknologi ini berpotensi digunakan untuk memantau satwa liar tanpa mengganggu perilaku alaminya, melakukan survei lingkungan, hingga inspeksi berbagai infrastruktur penting.

Karena lebih sulit terlihat, keberadaan drone juga dinilai dapat mengurangi gangguan visual terhadap manusia maupun hewan yang sedang diamati.

Meski demikian, Phantom Twist belum sepenuhnya sempurna. Drone ini masih menghasilkan suara dari baling-balingnya dan beberapa komponen seperti kabel maupun batang penyangga masih dapat terlihat dalam kondisi tertentu. Para peneliti berencana mengembangkan material yang lebih transparan dan sistem propulsi yang lebih senyap pada generasi berikutnya.

Teknologi ini juga bukan berarti membuat drone benar-benar tidak terlihat seperti dalam film fiksi ilmiah. Phantom Twist hanya memanfaatkan cara kerja penglihatan manusia sehingga bentuknya menjadi sangat sulit dikenali ketika terbang dengan kecepatan tertentu.

Read More  Mudik Lebaran Lebih Hemat, Tiket Pesawat, Kereta, hingga Tarif Tol Dapat Diskon

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa terkadang solusi inovatif tidak selalu harus menggunakan teknologi yang rumit. Dengan memahami bagaimana manusia melihat dunia di sekitarnya, para peneliti berhasil menciptakan pendekatan baru untuk membuat drone menjadi jauh lebih sulit terlihat tanpa harus benar-benar menghilang.

Back to top button