HealthcareUpdate News

Usia Harapan Hidup Warga Indonesia Naik Jadi 74 Tahun, Mengapa Masih Tertinggal dari Negara Tetangga?

Usia harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat menjadi 74 tahun, tetapi masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara tetangga

Usia harapan hidup masyarakat Indonesia terus menunjukkan tren positif dengan meningkat dari sekitar 72 tahun menjadi 74 tahun, namun capaian tersebut masih berada di bawah sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara sehingga menjadi pekerjaan rumah besar bagi sektor kesehatan nasional.

Informasi yang dikutip DetikHealth menunjukkan peningkatan usia harapan hidup menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan. Semakin tinggi usia harapan hidup, semakin baik pula kualitas layanan kesehatan, gizi, sanitasi, serta kesejahteraan masyarakat secara umum.

Meski demikian, Indonesia masih tertinggal dibandingkan beberapa negara di kawasan. Negara seperti Singapura telah memiliki usia harapan hidup di atas 80 tahun, disusul Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang juga mencatat angka lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Kesenjangan tersebut menunjukkan masih adanya tantangan yang harus diatasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Peningkatan usia harapan hidup di Indonesia tidak terjadi secara instan. Berbagai program pemerintah, mulai dari perluasan akses layanan kesehatan, imunisasi, pengendalian penyakit menular, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat turut berkontribusi terhadap kenaikan angka tersebut.

Namun, tantangan kesehatan juga mengalami perubahan. Jika dahulu penyakit menular menjadi penyebab utama kematian, kini penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, dan gagal ginjal justru mendominasi. Penyakit-penyakit tersebut sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, seperti pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta obesitas.

Read More  Tak Punya KTP Tetap Bisa Dapat Layanan BPJS Kesehatan, Begini Penjelasan dan Prosedurnya

Selain itu, kualitas kesehatan lansia juga menjadi perhatian penting. Bertambahnya usia harapan hidup seharusnya tidak hanya diukur dari lamanya seseorang hidup, tetapi juga dari berapa lama mereka dapat menjalani kehidupan secara sehat, produktif, dan mandiri. Konsep ini dikenal sebagai healthy life expectancy atau harapan hidup sehat.

Pakar kesehatan menilai peningkatan usia harapan hidup harus dibarengi dengan upaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat sejak usia muda. Pencegahan penyakit melalui pola makan bergizi seimbang, olahraga rutin, tidur yang cukup, mengelola stres, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai jauh lebih efektif dibandingkan mengobati penyakit ketika sudah muncul.

Di sisi lain, pemerataan fasilitas kesehatan juga masih menjadi tantangan. Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil belum tentu memiliki akses yang sama terhadap rumah sakit, tenaga medis, maupun layanan kesehatan berkualitas dibandingkan masyarakat di kota besar. Kondisi tersebut turut memengaruhi angka harapan hidup secara nasional.

Kenaikan usia harapan hidup menjadi 74 tahun merupakan kabar baik bagi Indonesia. Namun, agar mampu mengejar negara-negara tetangga, dibutuhkan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperkuat pencegahan penyakit, memperbaiki gizi masyarakat, serta mendorong gaya hidup sehat sejak dini. Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga menikmati masa tua yang lebih sehat dan produktif.

Back to top button