FintalkUpdate News

Pengeluaran Riil per Kapita Indonesia Capai Rp12,8 Juta pada 2025, Masih Tertinggal dari Negara Tetangga

adan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran riil per kapita masyarakat Indonesia pada 2025 mencapai Rp12,8 juta per tahun.

adan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pengeluaran riil per kapita per tahun masyarakat Indonesia yang disesuaikan (Adjusted Real Expenditure per Capita) mencapai Rp 12.802.000 pada 2025. Meski menunjukkan tren kenaikan dari tahun sebelumnya, angka tersebut dinilai masih relatif rendah bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa indikator ini menggambarkan daya beli dan tingkat kesejahteraan masyarakat. “Jika dibandingkan dengan beberapa negara di Asia Tenggara, posisi Indonesia masih di level menengah. Kita masih tertinggal dari Malaysia, Thailand, maupun Vietnam,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Sebagai perbandingan, data World Bank menunjukkan pengeluaran konsumsi per kapita di Malaysia telah mencapai sekitar US$ 12.000 per tahun atau setara lebih dari Rp 190 juta, sedangkan di Thailand sekitar US$ 8.000 (Rp 127 juta). Sementara itu, Vietnam yang ekonominya tumbuh pesat dalam satu dekade terakhir mencatat pengeluaran sekitar US$ 5.000 (Rp 80 juta) per kapita per tahun.

Artinya, rata-rata pengeluaran masyarakat Indonesia yang hanya sekitar US$ 800 per tahun atau US$ 66 per bulan masih jauh lebih kecil dari negara-negara tersebut. “Struktur ekonomi kita masih didominasi sektor informal dan produktivitas tenaga kerja belum optimal, sehingga peningkatan daya beli masyarakat berjalan lebih lambat,” kata Amalia.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program perlindungan sosial, peningkatan produktivitas UMKM, serta akselerasi hilirisasi industri yang diharapkan mendorong nilai tambah ekonomi.

Read More  Survei APJII Ungkap Tantangan Literasi Digital Masa Depan

Ekonom dari Universitas Indonesia, Teguh Dartanto, menilai bahwa kenaikan pengeluaran riil tetap menjadi sinyal positif, karena menunjukkan stabilitas konsumsi rumah tangga pasca-pandemi. “Meski nominalnya belum besar, tren pertumbuhan konsumsi menunjukkan adanya perbaikan ekonomi di lapisan bawah,” ujarnya.

BPS juga mencatat bahwa kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih mendominasi, yakni sekitar 53–55 persen. Dengan demikian, peningkatan daya beli masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Analis memperkirakan, jika inflasi bisa dijaga dan pertumbuhan upah riil terus meningkat, maka pengeluaran riil per kapita masyarakat Indonesia dapat menembus Rp 15 juta per tahun dalam tiga tahun mendatang.

Back to top button