HealthcareUpdate News

Bahaya Skincare Ilegal Bermerkuri: Picu Gagal Ginjal dan Kerusakan Kulit Permanen

Kasus gagal ginjal akibat penggunaan skincare ilegal kembali mencuat dan menjadi peringatan keras bahwa kandungan merkuri dalam kosmetik abal-abal bisa merusak organ vital serta memberikan efek permanen pada kulit.

Penggunaan skincare abal-abal kembali menelan korban. Laporan terbaru menyebutkan beberapa pengguna kosmetik racikan ilegal mengalami kerusakan ginjal hingga harus menjalani cuci darah setelah terpapar merkuri dari produk pemutih kulit. Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa kosmetik ilegal bukan sekadar memberi efek samping ringan, tetapi bisa membahayakan nyawa.

Menurut para dokter kulit, merkuri termasuk logam berat beracun yang kerap ditemukan dalam krim pemutih instan. Zat ini bisa meresap melalui kulit, masuk ke aliran darah, lalu menumpuk di organ vital seperti ginjal. Penggunaan jangka panjang membuat beban kerja ginjal meningkat hingga akhirnya rusak dan memicu gagal ginjal. Dampaknya bersifat permanen dan tidak selalu bisa pulih meskipun pemakaian dihentikan.

Selain mengancam organ dalam, merkuri juga memberikan kerusakan serius pada kulit. Dermatolog menjelaskan bahwa walaupun produk bermerkuri sering menawarkan hasil “putih cepat”, efek tersebut hanya menipu. Di baliknya, kulit bisa mengalami iritasi, kemerahan, bercak hitam, penipisan, dan kerusakan pigmentasi yang sulit diperbaiki. Banyak pasien akhirnya datang ke dokter dengan kondisi kulit yang sensitif, tipis, dan mengalami inflamasi berkepanjangan.

Masalah lain yang sering terjadi adalah produk ilegal biasanya tidak memiliki daftar kandungan yang jelas. Banyak pemakai tidak sadar bahwa krim yang mereka oleskan setiap hari adalah campuran bahan kimia keras tanpa kontrol keamanan. Produk semacam ini umumnya dijual murah, menggiurkan, dan beredar luas melalui media sosial serta marketplace tanpa pemeriksaan resmi.

Para pakar mengingatkan bahwa masyarakat harus jauh lebih selektif dalam membeli produk perawatan kulit. Izin edar resmi dari BPOM sangat penting sebagai bukti bahwa produk telah melalui uji keamanan dan mutu. Konsumen juga harus mewaspadai berbagai produk yang mengklaim hasil instan, karena perubahan kulit yang sehat tidak terjadi dalam hitungan hari.

Read More  PGE Tunjukkan Inovasi Panas Bumi dan Green Hydrogen di IIGCE 2025

Untuk mencegah risiko kesehatan yang fatal, dokter memberikan beberapa rekomendasi saat memilih skincare. Pertama, pastikan produk memiliki nomor izin BPOM dan cocokkan di situs resmi untuk menghindari nomor palsu. Kedua, hindari produk dengan klaim “putih dalam 3 hari” atau “instan glowing”. Ketiga, periksa daftar bahan dan jauhi produk dengan kandungan seperti mercury, Hg, calomel, atau mercuric chloride/iodide. Keempat, selalu beli di toko resmi, apotek, atau klinik dermatologi. Kelima, lakukan uji coba pada area kulit kecil sebelum pemakaian rutin.

Kasus gagal ginjal akibat skincare ilegal seharusnya menjadi pelajaran berharga bahwa keinginan tampil cerah atau glowing tidak boleh mengabaikan keselamatan. Produk kosmetik yang aman memang tidak memberikan efek secepat produk abal-abal, tetapi jauh lebih baik bagi kulit dan kesehatan dalam jangka panjang. Saat memilih skincare, kehati-hatian jauh lebih penting daripada hasil instan.

Back to top button