HealthcareUpdate News

Mengenal Ptosis: Kondisi Mata Turun Seperti yang Dialami Wapres Gibran, Apakah Bisa Disembuhkan?

Ptosis adalah kondisi turunnya kelopak mata seperti yang dialami Wapres Gibran. bagaimana dengan penyebab dan pengobatannya, apakah bisa diperbaiki atau disembuhkan?

Kondisi mata ptosis seperti yang dialami Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik, memunculkan pertanyaan apakah gangguan kelopak mata turun ini bisa diperbaiki atau bahkan disembuhkan secara medis.

Ptosis merupakan kondisi medis ketika kelopak mata atas turun lebih rendah dari posisi normal, sehingga sebagian bola mata tertutup dan dalam kasus tertentu dapat mengganggu penglihatan. Kondisi ini bisa terjadi pada satu mata maupun kedua mata, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pada setiap individu.

Dalam ulasan medis dr. Valda Garcia, Sp.M., dokter spesialis mata, diungkapkan ptosis atau blepharoptosis merupakan kondisi penurunan kelopak mata atas yang bisa muncul baik sedikit maupun hingga menutupi area pupil. Menurut dr. Valda, kondisi ini tidak hanya sekadar masalah estetika, tetapi dapat membatasi fungsi penglihatan jika sudah parah.

“Ptosis bisa terjadi sejak lahir atau didapat kemudian hari, dan pengobatannya sangat tergantung pada penyebabnya — baik itu faktor usia, gangguan saraf, maupun trauma. Konsultasi ke dokter mata sangat penting untuk menentukan langkah yang tepat, termasuk apakah diperlukan tindakan operatif, ” ujar dr. Valda dalam penjelasan medisnya.

Secara medis, ptosis terbagi menjadi dua jenis utama: ptosis kongenital (bawaan sejak lahir) dan ptosis didapat (terjadi kemudian). Ptosis kongenital umumnya disebabkan oleh lemahnya otot pengangkat kelopak mata, sedangkan ptosis didapat bisa dipicu oleh faktor penuaan, cedera, gangguan saraf, penyakit sistemik seperti diabetes atau stroke, hingga efek samping operasi mata sebelumnya.

Read More  Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Nataru 2025, Moda Darat, Laut, dan Kereta Disediakan

Gejala ptosis bervariasi tergantung tingkat keparahan. Pada kasus ringan, penurunan kelopak mata mungkin hanya terlihat estetis. Namun pada kasus berat, ptosis dapat menutupi sebagian pupil sehingga mengganggu penglihatan, membuat mata cepat lelah, hingga memaksa penderita mengangkat kepala atau mengerutkan alis untuk melihat jelas.

Lantas, apakah ptosis bisa diperbaiki atau disembuhkan?
Jawabannya, bisa, tetapi tergantung pada penyebabnya. Jika ptosis disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya — misalnya myasthenia gravis atau gangguan neurologis — pengobatan fokus pada kondisi tersebut dahulu. Sedangkan ptosis yang muncul akibat penuaan atau kelemahan otot kelopak bisa dikoreksi secara signifikan melalui operasi ptosis.

Operasi ptosis yang dilakukan oleh dokter mata dengan subspesialis okulo-plastik bertujuan memperbaiki posisi dan fungsi otot pengangkat kelopak mata sehingga mata kembali terlihat normal dan fungsi penglihatan tidak terhambat. Teknik operasi bisa berbeda tergantung kondisi masing-masing pasien.

Selain operasi, dalam beberapa kasus ringannya ptosis atau jika pasien cenderung memilih opsi non-bedah, dokter mungkin merekomendasikan alat bantu khusus atau pemeriksaan lanjutan. Namun tindakan bedah tetap menjadi pilihan utama jika ptosis sudah mulai mengganggu fungsi visual atau keseharian penderitanya.

Ptosis bukanlah kondisi yang selalu berbahaya, namun pemantauan dan penanganan sejak dini sangat penting untuk menghindari komplikasi yang lebih serius, termasuk gangguan penglihatan jangka panjang. Pemeriksaan menyeluruh oleh dokter mata menjadi langkah utama untuk memastikan kondisi dan menentukan terapi yang paling tepat

Back to top button