Suhu Mekkah Tembus 43 Derajat, Jemaah Haji Diminta Waspada Heatstroke
Suhu ekstrem hingga 43 derajat Celsius di Mekkah memicu risiko heatstroke bagi jemaah haji, sehingga diperlukan kewaspadaan dan langkah pencegahan serius.
Cuaca ekstrem melanda Mekkah dengan suhu siang hari yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius selama musim haji 2026. Kondisi ini diperparah dengan tingkat kelembapan yang sangat rendah, sekitar 17 persen, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi para jemaah.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pun mengeluarkan imbauan khusus agar jemaah lebih waspada terhadap ancaman heatstroke atau sengatan panas yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
Dokter Sektor 1 Daker Bandara, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, menegaskan bahwa kondisi panas di Arab Saudi tidak boleh dianggap sepele. Ia menjelaskan bahwa tanpa kewaspadaan, tubuh dapat mengalami heatstroke yang ditandai dengan pusing berdenyut, jantung berdebar kencang, kulit panas dan kering, hingga mual serta kram otot secara tiba-tiba.
Untuk mencegah kondisi tersebut, jemaah diminta menjaga asupan cairan dengan minum air putih secara rutin, minimal sekitar 200 ml setiap jam tanpa menunggu rasa haus. Cairan juga dapat ditambah dengan oralit atau air zamzam guna menjaga keseimbangan elektrolit tubuh yang mudah hilang akibat suhu tinggi.
Selain itu, penggunaan pelindung diri menjadi langkah penting saat beraktivitas di luar ruangan. Jemaah dianjurkan menggunakan payung, kacamata hitam, masker, serta tabir surya secara berkala untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari. Dalam kondisi tertentu, membasahi masker atau menyemprotkan air ke wajah juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh.
Bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki penyakit penyerta, disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari. Ibadah dapat dilakukan di dalam hotel demi menjaga kondisi fisik tetap stabil menjelang puncak rangkaian haji.
Petugas juga mengingatkan agar jemaah tidak berjalan tanpa alas kaki di area terbuka karena suhu permukaan bisa sangat panas dan berisiko menyebabkan luka bakar.
Fenomena suhu ekstrem ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik. Dengan disiplin menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan petugas, risiko heatstroke dapat ditekan sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.





