Sering Main HP Sambil Tiduran? Hati-Hati Sindrom Tech Neck yang Kini Banyak Dialami Anak Muda
Kebiasaan bermain HP sambil tiduran ternyata dapat memicu sindrom tech neck, kondisi nyeri leher yang kini makin sering dialami anak muda.
Kebiasaan bermain HP sambil tiduran atau menunduk terlalu lama kini mulai menjadi perhatian para ahli kesehatan. Aktivitas yang terlihat sepele itu ternyata dapat memicu sindrom tech neck, gangguan pada leher dan tulang belakang akibat posisi tubuh yang salah saat menggunakan gadget.
Fenomena sindrom tech neck semakin sering ditemukan seiring meningkatnya penggunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar ponsel tanpa menyadari posisi leher mereka terus menunduk atau bertumpu secara tidak alami.
Dokter spesialis ortopedi dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Michael Triangto, SpKO, menjelaskan bahwa posisi kepala yang terus menunduk dapat memberikan tekanan besar pada leher.
“Semakin kepala menunduk, beban yang diterima tulang leher menjadi semakin berat,” ujar Michael dalam edukasi kesehatan terkait gangguan postur tubuh digital.
Dalam kondisi normal, kepala manusia memiliki berat sekitar 4–5 kilogram. Namun saat menunduk melihat HP, tekanan pada leher bisa meningkat berkali-kali lipat.
Sindrom Tech Neck Kini Banyak Dialami Anak Muda
Dulu nyeri leher identik dengan usia lanjut atau pekerja berat. Namun kini sindrom tech neck justru banyak dialami kelompok usia muda karena penggunaan gadget yang terlalu intens.
Aktivitas seperti scrolling media sosial, bermain game, menonton video, hingga bekerja lewat smartphone membuat leher berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama.
Apalagi banyak orang menggunakan HP sambil rebahan atau tiduran dengan posisi kepala tidak sejajar. Kebiasaan ini membuat otot leher bekerja lebih keras menopang kepala.
Menurut fisioterapis dan ahli postur tubuh, sindrom tech neck biasanya ditandai dengan:
- nyeri leher dan pundak,
- pegal di area punggung atas,
- sakit kepala,
- bahu terasa kaku,
- hingga kesemutan pada tangan.
Dalam kondisi tertentu, sindrom tech neck juga bisa memengaruhi postur tubuh dan menyebabkan gangguan tulang belakang jika berlangsung dalam jangka panjang.
Bukan Sekadar Pegal Biasa
Banyak orang menganggap nyeri leher akibat bermain HP hanya masalah ringan. Padahal jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan muskuloskeletal yang lebih serius.
Dokter spesialis rehabilitasi medik dari FKUI-RSCM, dr. Andhika Rachman, mengatakan penggunaan gadget dengan postur yang buruk secara terus-menerus dapat menyebabkan ketegangan otot kronis.
“Keluhan awal biasanya pegal, tetapi lama-lama bisa memengaruhi struktur otot dan postur tubuh,” ujarnya dalam edukasi kesehatan digital.
Selain masalah fisik, penggunaan gadget berlebihan juga sering dikaitkan dengan kualitas tidur yang buruk dan meningkatnya kelelahan mata digital.
Cara Mencegah Sindrom Tech Neck
Para ahli menyarankan pengguna gadget mulai memperhatikan posisi tubuh saat menggunakan smartphone.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
- menghindari bermain HP sambil tiduran terlalu lama,
- menjaga posisi layar sejajar dengan mata,
- melakukan peregangan leher secara rutin,
- membatasi durasi penggunaan gadget,
- serta mengubah posisi duduk atau rebahan secara berkala.
Selain itu, olahraga ringan dan latihan postur tubuh juga dinilai penting untuk menjaga kekuatan otot leher dan punggung.
Dengan semakin tingginya penggunaan gadget di era digital, sindrom tech neck diperkirakan akan menjadi salah satu gangguan kesehatan modern yang semakin umum terjadi.
Karena itu, para ahli mengingatkan bahwa menjaga postur tubuh saat menggunakan gadget bukan lagi sekadar soal kenyamanan, tetapi bagian penting dari menjaga kesehatan jangka panjang.



