Safe and SecureUpdate News

Tanpa Disadari, Cara Nyetir Seperti Ini Bisa Bikin BBM Mobil Boros

Cara nyetir sehari-hari ternyata sangat memengaruhi konsumsi BBM, bahkan beberapa kebiasaan kecil tanpa sadar bisa membuat bahan bakar jauh lebih boros.

Banyak pengendara mengira konsumsi BBM boros hanya disebabkan kondisi mesin atau kualitas bahan bakar. Padahal, cara nyetir juga menjadi faktor besar yang sering tidak disadari.

Kebiasaan mengemudi yang agresif, terlalu sering menginjak gas mendadak, hingga pengereman berlebihan ternyata dapat membuat konsumsi BBM meningkat signifikan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan gaya berkendara memiliki pengaruh besar terhadap efisiensi bahan bakar kendaraan.

“Semakin agresif cara berkendara, konsumsi BBM akan semakin boros karena mesin bekerja lebih berat,” ujar Sony dalam edukasi otomotif terkait efisiensi kendaraan.

Sering Injak Gas Mendadak Bikin BBM Cepat Habis

Salah satu kebiasaan yang paling sering membuat BBM boros adalah akselerasi mendadak. Banyak pengemudi terbiasa langsung menekan pedal gas dalam saat kendaraan mulai berjalan atau ketika jalan terlihat kosong.

Padahal, kondisi tersebut membuat mesin membutuhkan suplai bahan bakar lebih besar dalam waktu singkat.

Selain itu, kebiasaan rem mendadak lalu kembali berakselerasi juga membuat penggunaan BBM menjadi tidak efisien. Mobil bekerja lebih keras karena ritme kecepatan tidak stabil.

Penggunaan kecepatan yang terlalu tinggi secara terus-menerus juga dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Semakin tinggi putaran mesin, semakin besar pula BBM yang digunakan.

Idle Terlalu Lama Juga Boros BBM

Banyak pengendara membiarkan mesin menyala terlalu lama saat parkir atau menunggu seseorang. Kebiasaan idle seperti ini juga membuat BBM tetap terpakai meskipun kendaraan tidak bergerak.

Read More  Bandung dan Medan Masuk 20 Besar Kota Termacet Dunia, Jakarta Turun ke Peringkat 90

Apalagi jika AC tetap menyala penuh dalam kondisi mobil diam.

Menurut praktisi otomotif dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, efisiensi BBM sangat dipengaruhi konsistensi kecepatan dan cara pengemudi menjaga ritme kendaraan.

“Berkendara halus dan stabil jauh lebih hemat dibanding akselerasi dan pengereman berulang,” ujar Jusri.

Tekanan Ban dan Beban Mobil Ikut Berpengaruh

Selain cara nyetir, kondisi kendaraan juga memengaruhi efisiensi BBM. Tekanan ban yang kurang membuat gesekan roda lebih besar sehingga mesin membutuhkan tenaga tambahan.

Begitu pula ketika mobil membawa beban berlebihan. Semakin berat kendaraan, semakin besar konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan.

Karena itu, pengendara disarankan rutin memeriksa tekanan ban, mengurangi barang yang tidak perlu di bagasi, dan melakukan servis berkala agar performa mesin tetap optimal.

Cara Mengemudi Hemat BBM

Agar konsumsi bahan bakar lebih efisien, pengendara disarankan:

  • menjaga akselerasi tetap halus,
  • menghindari rem mendadak,
  • menjaga kecepatan stabil,
  • mematikan mesin saat berhenti lama,
  • serta rutin memeriksa kondisi kendaraan.

Selain membantu menghemat pengeluaran, cara berkendara yang lebih halus juga membuat komponen kendaraan lebih awet dan meningkatkan keselamatan di jalan.

Di tengah harga kebutuhan hidup yang terus naik, mengubah kebiasaan mengemudi menjadi lebih efisien bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi pengeluaran harian tanpa disadari.

Back to top button