FintalkUpdate News

Strategi “Quiet Investing” Jadi Kunci Hadapi Pasar Volatil

Di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, masyarakat perlu menerapkan strategi investasi yang lebih tenang, disiplin, dan terukur

Gejolak pasar yang sulit diprediksi membuat banyak investor mudah panik saat pasar turun, namun terlalu agresif ketika tren sedang menguat. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan terbesar masyarakat dalam mengelola investasi di tengah situasi ekonomi yang masih dinamis tahun ini.

Maybank Indonesia menilai menjaga stabilitas keuangan saja belum cukup. Setelah kebutuhan harian, dana darurat, dan arus kas aman, masyarakat juga perlu mulai memikirkan strategi investasi jangka panjang yang lebih sehat dan minim drama.

Head of Wealth Management Maybank Indonesia, Aliang Sumitro, mengatakan investasi yang sehat tidak hanya soal memilih instrumen dengan imbal hasil tinggi, tetapi juga tentang menjaga ketenangan dan konsistensi dalam mengambil keputusan.

“Investasi yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar strategi; dibutuhkan ketenangan, disiplin, dan konsistensi dalam mengambil keputusan,” ujar Aliang.

Prinsip tersebut menjadi dasar filosofi Quiet Investing yang kini mulai banyak diterapkan investor modern. Pendekatan ini tidak berfokus pada euforia pasar atau keuntungan instan, melainkan membangun kekayaan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Menurut Aliang, strategi tersebut sangat relevan bagi investor dengan tujuan jangka panjang seperti dana pendidikan anak, membeli rumah, hingga persiapan pensiun.

“Quiet Investing membantu menjaga fokus, mengurangi keputusan impulsif, serta memastikan setiap langkah investasi tetap sejalan dengan tujuan hidup dan kesejahteraan di masa depan,” jelasnya.

Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, investor juga disarankan menerapkan goal based investing atau investasi berbasis tujuan. Dengan menentukan target finansial sejak awal, investor dapat memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko dan jangka waktu investasi.

Read More  Layani 4 Ribu Mitra Digital, Transaksi BNIdirect API Tembus Rp1.230 Triliun

Selain itu, konsistensi dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kekayaan. Banyak orang menunda investasi karena merasa harus menunggu modal besar, padahal investasi rutin dalam jumlah kecil justru dinilai lebih efektif untuk jangka panjang.

Strategi lain yang disarankan adalah Rupiah Cost Averaging, yaitu berinvestasi rutin dalam jumlah tetap setiap bulan. Cara ini membantu investor tetap disiplin sekaligus mengurangi kecenderungan melakukan timing the market saat kondisi pasar bergejolak.

Maybank Indonesia juga menekankan pentingnya diversifikasi investasi, mulai dari lintas produk, kelas aset, negara, hingga mata uang. Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu investor mengelola risiko sekaligus menjaga peluang pertumbuhan portofolio di tengah dinamika ekonomi global.

Untuk mendukung strategi Quiet Investing, Maybank Indonesia menyediakan berbagai layanan investasi digital seperti tabungan emas melalui aplikasi M2U ID, reksa dana, hingga obligasi melalui layanan wealth management.

Melalui platform digital tersebut, nasabah dapat memantau perkembangan portofolio secara real time dan mengambil keputusan investasi secara lebih disiplin serta terukur.

Seiring meningkatnya literasi finansial masyarakat Indonesia, Maybank Indonesia juga mengklaim semakin banyak nasabah yang mulai mengutamakan hubungan investasi jangka panjang dibanding mengejar keuntungan sesaat.

Pendekatan tersebut turut membawa Maybank Indonesia meraih penghargaan Best Wealth Management Platform dari Asian Banking & Finance selama dua tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025.

Aliang menambahkan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor perlu semakin bijak dan tidak mudah terbawa emosi pasar.

“Membangun portofolio yang sehat tidak hanya bergantung pada momentum pasar, tetapi juga pada konsistensi, disiplin, dan kemampuan menjaga fokus terhadap tujuan jangka panjang,” tutup Aliang.

Back to top button