TechnoUpdate News

Pengguna Internet Indonesia Tembus 235 Juta, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Jumlah pengguna internet di Indonesia kini mencapai 235 juta jiwa dengan tingkat penetrasi 81,72 persen, menandakan internet telah menjadi bagian utama kehidupan masyarakat dari ekonomi hingga pendidikan.

Penggunaan internet di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan jumlah pengguna internet nasional pada 2026 mencapai 235,2 juta orang atau sekitar 81,72 persen dari total populasi Indonesia.

Angka tersebut naik dibanding tahun sebelumnya dan memperlihatkan bahwa internet kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat di berbagai sektor kehidupan.

Wilayah Jawa masih menjadi penyumbang pengguna internet terbesar dengan tingkat penetrasi mencapai 85,95 persen. Sementara itu, Maluku dan Papua masih menjadi wilayah dengan penetrasi terendah meski terus mengalami peningkatan.

Peningkatan penetrasi internet yang tinggi membawa dampak besar terhadap perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia. Aktivitas yang dulu dilakukan secara offline kini semakin banyak berpindah ke ruang digital, mulai dari belanja, belajar, bekerja, hiburan, hingga layanan kesehatan dan perbankan.

Internet Mengubah Cara Hidup Masyarakat

Tingginya penggunaan internet membuat ekonomi digital Indonesia berkembang sangat cepat. Masyarakat kini semakin terbiasa menggunakan e-commerce, dompet digital, layanan transportasi online, hingga aplikasi investasi dan perbankan digital.

Di sektor pendidikan, internet juga membuka akses pembelajaran yang jauh lebih luas. Pelajar dan mahasiswa kini dapat mengakses materi pendidikan, kelas daring, hingga kecerdasan buatan atau AI hanya melalui smartphone.

Perubahan besar juga terjadi di dunia kerja. Banyak pekerjaan kini bergantung pada koneksi internet, mulai dari pekerja kreatif, UMKM digital, content creator, hingga sistem kerja hybrid dan remote working.

Read More  Cetak Rekor Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah, PLN Komitmen Perkuat Energi Nasional

Media sosial juga menjadi bagian paling dominan dalam penggunaan internet masyarakat Indonesia. APJII mencatat komunikasi dan jejaring sosial masih menjadi alasan utama masyarakat mengakses internet.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, para ahli mengingatkan adanya risiko baru yang ikut meningkat, seperti penipuan online, judi online, pinjaman ilegal, kebocoran data pribadi, hingga penyebaran hoaks dan disinformasi.

Semakin tingginya penetrasi internet juga membuat serangan siber meningkat. Banyak masyarakat masih menjadi korban phishing, pencurian OTP, akun palsu, hingga penipuan berbasis AI karena rendahnya literasi digital.

Kesenjangan digital juga masih menjadi tantangan besar. Meski penetrasi internet nasional sudah di atas 80 persen, akses internet cepat dan stabil di wilayah terpencil masih belum merata.

APJII menilai peningkatan jumlah pengguna internet harus diikuti dengan penguatan infrastruktur digital, keamanan siber, dan edukasi literasi digital agar masyarakat tidak hanya terkoneksi, tetapi juga mampu menggunakan internet secara aman dan produktif.

Dengan penetrasi internet yang terus meningkat, Indonesia dinilai sedang memasuki era masyarakat digital penuh, di mana hampir seluruh aktivitas ekonomi dan sosial akan semakin bergantung pada konektivitas internet.

Back to top button