Libur Sekolah Tiba, Jangan Asal Berangkat Road Trip! Ini Persiapan yang Wajib Dilakukan
Meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah membuat persiapan kendaraan dan kondisi pengemudi menjadi faktor penting
Musim libur sekolah yang berlangsung hingga akhir Juni diperkirakan akan mendorong lonjakan perjalanan keluarga ke berbagai destinasi wisata. Kementerian Perhubungan bahkan memproyeksikan peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas tol dan jalan arteri selama periode liburan ini.
Di tengah tingginya mobilitas tersebut, banyak keluarga memilih melakukan road trip menggunakan kendaraan pribadi karena dinilai lebih fleksibel dan nyaman. Namun, perjalanan jarak jauh membutuhkan persiapan yang matang agar terhindar dari risiko kecelakaan maupun kendala teknis di jalan.
Pengamat keselamatan berkendara menilai banyak pengemudi masih terlalu fokus pada tujuan wisata, tetapi sering mengabaikan kondisi kendaraan dan kesiapan fisik sebelum berangkat. Padahal, faktor-faktor tersebut menjadi penyebab utama berbagai masalah selama perjalanan jauh.
Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan kendaraan berada dalam kondisi terbaik. Pemeriksaan meliputi oli mesin, sistem pendingin, rem, aki, lampu, wiper, hingga tekanan ban, termasuk ban cadangan. Kondisi ban menjadi salah satu aspek yang paling penting karena berhubungan langsung dengan keselamatan selama perjalanan.
Bagi pengguna kendaraan listrik, perencanaan perjalanan juga perlu mencakup lokasi pengisian daya atau SPKLU di sepanjang rute yang akan dilalui. Selain itu, pengemudi disarankan menyimpan nomor darurat seperti layanan derek atau bantuan jalan dari produsen kendaraan.
Tidak kalah penting, pengendara juga perlu membawa perlengkapan darurat seperti dongkrak, segitiga pengaman, senter, kotak P3K, serta alat perbaikan ban sederhana untuk mengantisipasi situasi tak terduga di perjalanan.
Jangan Abaikan Kondisi Pengemudi
Selain kendaraan, faktor manusia juga menjadi penentu keselamatan. Pengemudi disarankan memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit dan cukup istirahat sebelum memulai perjalanan.
Kelelahan dan microsleep masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas di jalan tol maupun jalan nasional. Karena itu, pengemudi sebaiknya beristirahat setiap dua hingga tiga jam perjalanan untuk menjaga konsentrasi tetap optimal.
Perencanaan rute juga menjadi faktor penting. Pengemudi perlu mengetahui lokasi rest area, SPBU, bengkel siaga, hingga alternatif jalur apabila terjadi kemacetan. Saldo uang elektronik untuk pembayaran tol juga perlu dipastikan mencukupi sebelum perjalanan dimulai.
Dengan persiapan yang matang, perjalanan selama libur sekolah tidak hanya menjadi lebih nyaman, tetapi juga lebih aman bagi seluruh anggota keluarga. Di tengah meningkatnya arus kendaraan selama musim liburan, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama dibandingkan keinginan untuk cepat sampai di tujuan.





