HealthcareUpdate News

Malaysia Darurat Obesitas, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Lebih dari separuh penduduk dewasa Malaysia kini mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, sementara Indonesia juga menghadapi tren serupa

Malaysia kembali menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan lebih dari setengah penduduk dewasanya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini menempatkan negara jiran tersebut sebagai salah satu negara dengan tingkat obesitas tertinggi di Asia Tenggara.

Berdasarkan National Health and Morbidity Survey (NHMS) 2023, sebanyak 54,4 persen orang dewasa Malaysia masuk kategori kelebihan berat badan atau obesitas. Angka tersebut terdiri atas 32,6 persen penduduk dengan status overweight dan 21,8 persen yang sudah masuk kategori obesitas.

Temuan itu memperkuat tren yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Berbagai penelitian menunjukkan prevalensi obesitas di Malaysia terus meningkat seiring perubahan pola makan, urbanisasi, dan gaya hidup yang semakin sedentari atau minim aktivitas fisik.

Indonesia Belum Setinggi Malaysia, tetapi Trennya Mengkhawatirkan

Meski belum mencapai level Malaysia, Indonesia juga menghadapi ancaman yang sama. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi obesitas orang dewasa di Indonesia berada di kisaran 21,8 persen, sementara sejumlah penelitian terbaru memperkirakan angka tersebut telah meningkat hingga sekitar 23–24 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF sebelumnya mengingatkan bahwa jumlah orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan di Indonesia telah meningkat dua kali lipat dalam dua dekade terakhir.

Kondisi di perkotaan cenderung lebih mengkhawatirkan. Sebuah studi yang menganalisis data Riset Kesehatan Dasar menemukan proporsi obesitas di wilayah perkotaan Indonesia meningkat dari 23 persen pada 2007 menjadi sekitar 50 persen pada 2018.

Read More  Survei PwC: Hampir Separuh Pekerja Indonesia Alami Tekanan Finansial

Para ahli menilai pertumbuhan ekonomi, meningkatnya konsumsi makanan ultra-proses, minuman berpemanis, serta berkurangnya aktivitas fisik menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan angka obesitas di kedua negara.

Ancaman Penyakit Kronis

Obesitas bukan hanya persoalan penampilan. WHO menyebut obesitas sebagai penumpukan lemak berlebih yang meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, mulai dari diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, stroke hingga beberapa jenis kanker.

Penelitian di Indonesia juga menunjukkan obesitas memiliki hubungan erat dengan meningkatnya risiko diabetes dan hipertensi yang menjadi dua penyakit tidak menular dengan beban biaya kesehatan terbesar.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Studi global yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet memperkirakan lebih dari separuh populasi dewasa dunia akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada 2050 jika tidak ada intervensi yang efektif dari pemerintah dan masyarakat. Indonesia termasuk negara yang diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah penderita obesitas yang signifikan.

Di tengah tingginya angka obesitas di Malaysia, pengalaman negara tersebut menjadi peringatan bagi Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang jauh lebih besar, peningkatan kecil dalam prevalensi obesitas dapat berdampak pada jutaan orang dan berpotensi membebani sistem kesehatan nasional di masa depan.

Back to top button