TechnoUpdate News

ChatGPT Masih Nomor Satu, Ini 5 AI yang Paling Banyak Digunakan di Dunia Saat Ini

Persaingan kecerdasan buatan (AI) semakin sengit pada 2026. ChatGPT masih memimpin pasar global, tetapi Meta AI, Gemini, Claude, Microsoft Copilot, dan Perplexity terus mencatat pertumbuhan pengguna yang signifikan.

Kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan. AI telah digunakan untuk bekerja, mencari informasi, membuat konten, menulis kode program, menerjemahkan dokumen, hingga membantu aktivitas sehari-hari. Seiring meningkatnya adopsi global, sejumlah platform AI berhasil mengumpulkan ratusan juta pengguna dan menjadi pemain utama di industri teknologi dunia.

Berdasarkan laporan Andreessen Horowitz (a16z), perusahaan modal ventura terkemuka asal Amerika Serikat yang banyak melakukan investasi di sektor teknologi dan AI, serta data dari Backlinko, TechCrunch, dan sejumlah lembaga riset industri, terdapat beberapa platform yang mendominasi penggunaan AI secara global pada 2026.

ChatGPT Masih Mendominasi

Posisi teratas masih ditempati ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI.

Data Backlinko menunjukkan ChatGPT memiliki sekitar 769 juta pengguna aktif bulanan. Sementara laporan a16z menyebut jumlah pengguna aktif mingguan ChatGPT telah mencapai sekitar 900 juta pengguna, menjadikannya aplikasi AI paling populer di dunia saat ini.

Popularitas ChatGPT didorong oleh kemampuannya yang luas, mulai dari penulisan, riset, pemrograman, analisis data, hingga pembuatan konten kreatif.

Meta AI Jadi Pemain Raksasa Lewat WhatsApp dan Instagram

Meski sering tidak muncul dalam daftar aplikasi AI mandiri, Meta AI sebenarnya merupakan salah satu AI dengan jumlah pengguna terbesar di dunia.

Layanan AI milik Meta tersebut terintegrasi langsung ke WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Messenger.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan bahwa Meta AI telah mencapai sekitar 1 miliar pengguna aktif bulanan pada 2026. Angka tersebut menjadikan Meta AI sebagai salah satu platform AI dengan jangkauan terbesar di dunia.

Read More  BRIN Temukan Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta, Ancaman Baru bagi Kesehatan dan Lingkungan

Namun, banyak laporan industri seperti a16z dan Backlinko memisahkan kategori AI mandiri (standalone AI) dengan AI yang terintegrasi dalam platform digital. Karena itu, Meta AI sering tidak dimasukkan dalam pemeringkatan yang sama dengan ChatGPT atau Gemini.

Bagi pengguna Indonesia, Meta AI bahkan berpotensi menjadi AI yang paling sering digunakan karena dapat diakses langsung melalui WhatsApp tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Google Gemini Tumbuh Sangat Cepat

Di posisi berikutnya terdapat Google Gemini yang dikembangkan oleh Google.

Menurut laporan TechCrunch, Gemini telah melampaui 750 juta pengguna aktif bulanan global. Pertumbuhan tersebut didorong oleh integrasi Gemini ke berbagai layanan Google seperti Gmail, Docs, Android, dan mesin pencari Google.

Laporan penggunaan AI di lingkungan kerja juga menunjukkan Gemini menjadi salah satu pesaing utama ChatGPT dengan pertumbuhan pengguna yang sangat cepat sepanjang 2026.

Claude Jadi Favorit Profesional

AI berikutnya adalah Claude yang dikembangkan oleh Anthropic.

Claude mengalami pertumbuhan pesat terutama di kalangan programmer, analis data, peneliti, dan perusahaan teknologi. Banyak pengguna menilai Claude unggul dalam analisis dokumen panjang, pemrosesan data kompleks, dan pembuatan kode program.

Laporan DeskTime yang dikutip TechRadar menunjukkan pangsa penggunaan Claude di lingkungan kerja terus meningkat dan kini menjadi salah satu pesaing utama ChatGPT dan Gemini.

Microsoft Copilot Kuat di Dunia Kantor

Posisi berikutnya ditempati Microsoft Copilot milik Microsoft.

Keunggulan utama Copilot terletak pada integrasinya dengan Word, Excel, PowerPoint, Outlook, dan Teams. Karena itu, AI ini banyak digunakan oleh perusahaan dan organisasi untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Meski pertumbuhannya tidak secepat Gemini atau Claude, Copilot tetap menjadi salah satu platform AI terbesar di sektor bisnis dan perkantoran.

Read More  Pengendara Makin Nekat Menerobos Perlintasan Kereta, Bahaya di Ujung Jalan

Perplexity Jadi Mesin Pencari AI Favorit

Sementara itu, Perplexity AI menjadi salah satu AI yang paling populer untuk kebutuhan pencarian informasi.

Berbeda dengan chatbot biasa, Perplexity menampilkan sumber referensi langsung pada setiap jawaban sehingga banyak digunakan oleh mahasiswa, peneliti, akademisi, jurnalis, dan profesional yang membutuhkan informasi yang dapat diverifikasi.

Backlinko mencatat Perplexity memiliki sekitar 35,7 juta pengguna aktif bulanan dan terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

Persaingan AI Bergeser ke Pertarungan Ekosistem

Laporan a16z menunjukkan dominasi ChatGPT memang masih sangat kuat. Namun pasar AI kini berkembang menjadi persaingan beberapa pemain besar yang memiliki keunggulan berbeda.

ChatGPT unggul dalam penggunaan umum dan produktivitas, Gemini memanfaatkan kekuatan ekosistem Google, Claude menjadi pilihan banyak profesional dan programmer, Copilot mendominasi lingkungan kerja Microsoft, sementara Perplexity unggul dalam pencarian informasi berbasis sumber.

Di sisi lain, Meta AI menunjukkan arah baru persaingan industri AI. Jika pemain lain berfokus pada aplikasi mandiri, Meta memanfaatkan basis pengguna WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Messenger yang mencapai miliaran orang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masa depan AI tidak lagi hanya ditentukan oleh kecanggihan model bahasa, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan teknologi mengintegrasikan AI ke dalam platform yang telah digunakan masyarakat setiap hari.

Back to top button