Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun Benahi 1.800 Perlintasan Sebidang
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 perlintasan sebidang kereta api demi meningkatkan keselamatan transportasi.
Pemerintah mengambil langkah besar untuk meningkatkan keselamatan transportasi nasional dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun guna membenahi ribuan perlintasan sebidang di Indonesia. Kebijakan ini disampaikan oleh Prabowo Subianto sebagai respons atas meningkatnya risiko kecelakaan di titik-titik perpotongan antara jalan dan rel kereta.
Program ini menargetkan sekitar 1.800 perlintasan kereta api, terutama di Pulau Jawa, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan. Banyak dari perlintasan tersebut merupakan infrastruktur lama yang sudah ada sejak lama dan belum mendapatkan penanganan menyeluruh hingga saat ini.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa anggaran besar tersebut diperlukan demi keselamatan publik. Pemerintah menyadari bahwa masih banyak perlintasan yang tidak memiliki penjagaan maupun sistem pengaman yang memadai, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Sebagai solusi, pemerintah menyiapkan dua pendekatan utama. Pertama, pembangunan pos penjagaan di perlintasan yang dinilai masih bisa dipertahankan. Kedua, pembangunan infrastruktur seperti flyover atau jembatan layang di titik-titik dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Pendekatan ini akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Langkah ini juga tidak lepas dari dampak kecelakaan besar yang terjadi di Bekasi Timur, yang menelan korban jiwa dan puluhan korban luka. Insiden tersebut menjadi pemicu percepatan evaluasi sistem keselamatan perkeretaapian secara nasional.
Pemerintah menilai, selama puluhan tahun, perlintasan sebidang belum menjadi prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur. Padahal, keberadaan perlintasan tanpa pengamanan yang memadai menjadi salah satu penyumbang utama kecelakaan transportasi darat. Dengan adanya program ini, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Selain meningkatkan keselamatan, proyek ini juga diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi, terutama bagi sektor konstruksi dan industri pendukung seperti baja dan beton. Pelaksanaan proyek yang melibatkan ribuan titik diperkirakan akan berjalan secara bertahap sepanjang 2026 hingga 2027.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Disiplin pengguna jalan tetap menjadi faktor kunci dalam mencegah kecelakaan di perlintasan kereta. Tanpa kesadaran masyarakat untuk mematuhi rambu dan sinyal, risiko kecelakaan akan tetap ada meskipun sistem pengamanan telah ditingkatkan.
Dengan kombinasi antara perbaikan infrastruktur dan peningkatan kesadaran publik, pemerintah berharap keselamatan di perlintasan kereta api dapat meningkat secara signifikan dan tragedi serupa tidak kembali terulang di masa depan.





