HealthcareUpdate News

Benarkah Peringkat IQ Berkaitan dengan Kesejahteraan Negara? Begini Posisi Indonesia

Peringkat IQ rata-rata sebuah negara ternyata berkaitan dengan kualitas pendidikan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat.

Peringkat IQ rata-rata suatu negara ternyata memiliki kaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat, tetapi hubungan keduanya tidak bersifat mutlak dan tidak dapat disederhanakan hanya berdasarkan angka semata.

Laporan terbaru International IQ Test (IIT) 2026 menunjukkan terdapat sejumlah negara yang memiliki rata-rata skor IQ lebih rendah dibandingkan negara lainnya. Indonesia sendiri berada di peringkat ke-126 dunia dengan rata-rata skor IQ 89,96 atau mengalami penurunan dibandingkan skor 93,18 pada laporan sebelumnya.

Sepuluh negara dengan rata-rata IQ terendah dalam laporan tersebut adalah Somalia (83,84), Timor Leste (86,71), Rwanda (86,92), Nikaragua (87,75), Angola (87,89), Gabon (88,35), Uganda (88,49), Republik Demokratik Kongo (88,60), Afghanistan (89,31), dan Tanzania (89,57).

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa peringkat IQ rata-rata sebuah negara tidak dapat dijadikan ukuran tunggal untuk menilai kualitas sumber daya manusia maupun tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Tes IQ hanya mengukur sebagian kemampuan kognitif, seperti penalaran logis, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan mengenali pola tertentu. IQ tidak mengukur kreativitas, kecerdasan emosional, kemampuan sosial, etos kerja, hingga kemampuan beradaptasi yang juga berperan penting dalam pembangunan suatu bangsa.

Namun, berbagai penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang cukup kuat antara kualitas pendidikan, status gizi, dan kondisi ekonomi dengan perkembangan kemampuan kognitif masyarakat. Negara yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi umumnya menghadapi tantangan berupa rendahnya akses pendidikan, tingginya angka kekurangan gizi, serta terbatasnya layanan kesehatan. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi perkembangan kognitif anak sejak usia dini.

Read More  Korea Selatan Andalkan AI untuk Cegah Bunuh Diri, Bisakah Jadi Model bagi Indonesia?

Sebaliknya, negara-negara yang secara konsisten berada di kelompok atas peringkat IQ dunia umumnya juga memiliki investasi besar pada sektor pendidikan, penelitian, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia. Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan China misalnya, selama puluhan tahun menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasionalnya.

Apakah IQ Berhubungan dengan Kesejahteraan Negara?

Jawabannya adalah ya, tetapi bukan hubungan sebab akibat yang sederhana.

Tingkat kesejahteraan suatu negara tidak ditentukan oleh IQ semata. Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, tingkat kemiskinan, angka harapan hidup, kualitas pendidikan, produktivitas tenaga kerja, hingga tingkat inovasi menjadi indikator yang jauh lebih komprehensif dalam mengukur kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, terdapat hubungan timbal balik antara kesejahteraan dengan perkembangan kemampuan kognitif masyarakat. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi yang baik, tumbuh di lingkungan pendidikan yang berkualitas, serta mendapatkan layanan kesehatan yang memadai cenderung memiliki perkembangan kognitif yang lebih optimal. Pada saat yang sama, masyarakat yang memiliki kualitas pendidikan lebih baik juga berpotensi menghasilkan produktivitas ekonomi yang lebih tinggi.

Dengan kata lain, kesejahteraan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan sumber daya manusia yang berkualitas juga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan suatu negara.

Indonesia di Peringkat Berapa?

Laporan terbaru International IQ Test (IIT) 2025 menunjukkan Indonesia memiliki rata-rata skor IQ sebesar 89,96. Jika diurutkan dari negara dengan skor IQ terendah, Indonesia berada di posisi ke-12 dari bawah atau peringkat ke-126 dunia.

Menariknya, posisi Indonesia dapat berbeda apabila menggunakan sumber data yang berbeda. Dalam data Lynn dan Becker tahun 2019 yang banyak digunakan dalam berbagai studi internasional, Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia dengan rata-rata skor IQ 78,49.

Read More  Jangan Tertipu Password Buatan AI, Mudah Ditebak Peretas

Perbedaan yang cukup jauh tersebut menunjukkan bahwa skor IQ rata-rata sebuah negara sangat dipengaruhi oleh metode pengumpulan data, jumlah responden, serta instrumen tes yang digunakan. Karena itu, para ahli mengingatkan agar peringkat IQ tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk menilai kualitas sumber daya manusia maupun tingkat kesejahteraan suatu negara.

Bagi Indonesia, peringkat IQ dunia seharusnya tidak dipandang sebagai alat untuk membandingkan superioritas antarbangsa, melainkan menjadi pengingat pentingnya investasi pada generasi muda. Perbaikan kualitas pendidikan, penanganan stunting, pemerataan akses layanan kesehatan, serta peningkatan literasi masyarakat memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebutkan bahwa 90 persen perkembangan otak manusia terjadi sebelum usia lima tahun. Karena itu, investasi pada gizi dan pendidikan anak usia dini menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Pembangunan manusia pada akhirnya merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya baru akan terlihat puluhan tahun kemudian.

Karena itu, peringkat IQ sebuah negara tidak dapat dilepaskan dari persoalan kesejahteraan masyarakatnya. Semakin baik kualitas hidup masyarakat, semakin besar pula peluang berkembangnya kemampuan kognitif generasi mudanya. Sebaliknya, apabila akses pendidikan, kesehatan, dan gizi masih menjadi tantangan, potensi sumber daya manusia suatu negara juga tidak akan berkembang secara optimal.

Pada akhirnya, yang lebih penting dari sekadar memperdebatkan angka IQ adalah memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara maksimal. Sebab, kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama kesejahteraan sebuah bangsa.

Back to top button