HealthcareUpdate News

CKG Kemenkes Ungkap 8 Juta Warga Indonesia Alami Perut Buncit, Ini Bahayanya bagi Kesehatan

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan RI menemukan sekitar 8 juta warga Indonesia mengalami obesitas sentral atau perut buncit

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkap tingginya angka obesitas sentral di masyarakat. Sekitar 8 juta warga teridentifikasi memiliki lingkar perut berlebih, yang dalam dunia medis dikenal sebagai perut buncit atau lemak viseral. Temuan ini menjadi perhatian karena obesitas sentral berkaitan erat dengan penyakit tidak menular yang mematikan.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ari Fahrial Syam, lemak yang menumpuk di area perut berbeda dengan lemak biasa. Lemak viseral berada di sekitar organ vital seperti hati dan pankreas. “Lemak viseral ini aktif secara metabolik dan bisa memicu peradangan kronis yang meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung,” ujarnya dalam berbagai edukasi kesehatan yang dipublikasikan media nasional.

Obesitas sentral biasanya diukur melalui lingkar perut. Untuk pria, risiko meningkat jika lingkar perut lebih dari 90 cm, sementara pada perempuan di atas 80 cm. Kondisi ini sering kali tidak disadari karena berat badan terlihat normal, tetapi distribusi lemak terkonsentrasi di perut.

Spesialis penyakit dalam sekaligus edukator kesehatan, dr. Zaidul Akbar, juga kerap menekankan pentingnya mengurangi konsumsi gula berlebih dan makanan ultra-proses untuk menekan risiko perut buncit. Ia menyebut pola makan modern yang tinggi gula dan karbohidrat sederhana menjadi salah satu pemicu utama peningkatan lemak viseral.

Selain pola makan, kurangnya aktivitas fisik turut memperparah kondisi ini. Data kesehatan global menunjukkan gaya hidup sedentari—terlalu lama duduk dan minim gerak—mempercepat akumulasi lemak di area perut. Karena itu, para ahli menyarankan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, seperti jalan cepat, bersepeda, atau olahraga ringan yang dilakukan secara konsisten.

Read More  Dulu Beli Mobil untuk Gengsi, Sekarang Orang Langsung Memikirkan Cicilannya

Kemenkes mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program CKG sebagai langkah deteksi dini. Dengan mengetahui kondisi lingkar perut dan indikator kesehatan lainnya, risiko penyakit tidak menular dapat ditekan sejak awal melalui perubahan gaya hidup.

Temuan 8 juta warga dengan perut buncit ini menjadi alarm serius bahwa persoalan kesehatan masyarakat kini bukan lagi sekadar penyakit infeksi, tetapi juga penyakit metabolik akibat pola hidup. Perubahan kecil namun konsisten—mengatur pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, serta menjaga kualitas tidur—menjadi kunci utama menurunkan risiko jangka panjang.

Back to top button