Charger Ponsel Lupa Dicabut? Kebiasaan Sepele Ini Bisa Berujung Kebakaran
Kebiasaan membiarkan charger ponsel tetap menancap di stopkontak setelah digunakan ternyata dapat meningkatkan risiko korsleting hingga kebakaran.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kebiasaan yang sering dianggap sepele, seperti membiarkan charger ponsel terus menancap di stopkontak setelah digunakan, ternyata dapat menimbulkan risiko serius bagi keselamatan penghuni rumah.
Meski tidak setiap charger yang dibiarkan terpasang otomatis menyebabkan kebakaran, para ahli mengingatkan bahwa perangkat yang mengalami kerusakan, panas berlebih (overheating), atau digunakan pada instalasi listrik yang bermasalah dapat meningkatkan risiko korsleting dan percikan api.
Kebiasaan lupa mencabut charger juga masih banyak ditemukan di masyarakat. Padahal, selain berpotensi menimbulkan gangguan pada perangkat elektronik, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran jika terjadi gangguan pada adaptor, kabel, maupun stopkontak.
Risiko yang Mengintai
Menurut berbagai laporan keselamatan kelistrikan yang dikutip Detik Properti, setidaknya terdapat tiga risiko utama ketika charger dibiarkan terus terhubung ke sumber listrik meski tidak sedang digunakan.
Pertama adalah potensi kebakaran. Dalam kondisi tertentu, charger yang terus menerima aliran listrik dapat mengalami peningkatan suhu. Jika terdapat komponen yang rusak, kabel terkelupas, atau stopkontak yang sudah aus dan berkarat, panas yang muncul dapat memicu percikan api dan menyebabkan kebakaran.
Kedua adalah kerusakan perangkat. Adaptor yang terus bekerja dalam jangka panjang akan mengalami tekanan termal yang dapat mempercepat penurunan kualitas komponen elektronik di dalamnya. Akibatnya, umur pakai charger menjadi lebih pendek dan performanya menurun.
Ketiga adalah pemborosan listrik. Meski konsumsi dayanya relatif kecil, charger yang tetap terpasang akan terus menarik listrik dari jaringan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini tetap menambah konsumsi energi rumah tangga.
Tidak Semua Charger yang Dicolok Terus Akan Meledak
Dosen Teknik Elektro Universitas Diponegoro, Abdul Syakur, menjelaskan bahwa charger yang terus terpasang di stopkontak tidak otomatis menyebabkan kebakaran. Namun risiko bisa meningkat apabila terdapat hubungan singkat di dalam charger, komponen yang sudah rusak, kondisi lembap, atau stopkontak yang mengalami korosi.
Karena itu, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu menerapkan kebiasaan penggunaan charger yang aman untuk meminimalkan risiko.
Cara Aman Menggunakan Charger Ponsel
Untuk mengurangi risiko kerusakan maupun kebakaran, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:
- Cabut charger dari stopkontak setelah selesai digunakan.
- Gunakan charger asli atau yang memiliki sertifikasi keamanan.
- Hindari penggunaan kabel yang sudah terkelupas atau rusak.
- Jangan mengisi daya ponsel di atas kasur, bantal, atau permukaan yang menghambat pelepasan panas.
- Pastikan area pengisian daya memiliki ventilasi yang baik.
- Hindari mengisi daya semalaman tanpa pengawasan.
Di era ketika hampir setiap orang bergantung pada ponsel, charger menjadi perangkat yang digunakan setiap hari. Namun kebiasaan sederhana seperti mencabut charger setelah digunakan dapat menjadi langkah kecil yang membantu mencegah kerugian besar akibat korsleting listrik dan kebakaran di rumah



