TechnoUpdate News

Jangan Tunggu Laptop 0 Persen, Ini Waktu Ideal Mengisi Daya Baterai agar Lebih Awet

Mengisi daya laptop sebelum baterai habis total ternyata dapat membantu memperpanjang usia pakai baterai dan menjaga performanya tetap optimal.

Banyak pengguna laptop masih menganggap baterai harus dihabiskan hingga 0 persen sebelum diisi ulang agar lebih awet. Padahal, kebiasaan tersebut justru tidak lagi relevan untuk laptop modern yang menggunakan baterai Lithium-ion (Li-ion) maupun Lithium-polymer (Li-Po).

Microsoft menyebutkan, baterai lithium-ion bekerja paling baik jika dijaga dalam rentang pengisian daya yang moderat. Pengguna disarankan menghindari kondisi baterai yang terlalu rendah maupun terlalu lama berada pada level pengisian penuh 100 persen. Dengan kata lain, baterai laptop tidak perlu menunggu habis total untuk diisi ulang.

Para ahli merekomendasikan rentang ideal pengisian daya berada di kisaran 20 persen hingga 80 persen. Artinya, pengguna dapat mulai mengisi daya ketika baterai berada pada level 20-30 persen dan mencabut pengisi daya ketika kapasitasnya telah mencapai sekitar 80 persen. Cara ini dinilai mampu mengurangi tekanan pada sel baterai sehingga memperlambat proses degradasi yang terjadi secara alami.

Berbeda dengan baterai generasi lama yang memiliki efek memori, baterai Lithium-ion tidak mengharuskan pengguna mengosongkan daya hingga 0 persen sebelum diisi ulang. Justru, terlalu sering membiarkan baterai habis total dapat mempercepat penurunan kualitasnya dalam jangka panjang.

Saat ini sejumlah produsen laptop bahkan telah menyediakan fitur pembatas pengisian daya atau battery limit yang secara otomatis menghentikan proses pengisian pada level tertentu, seperti 60 persen atau 80 persen. Fitur tersebut dapat ditemukan pada sejumlah merek laptop melalui aplikasi bawaan maupun pengaturan BIOS perangkat.

Read More  Sampah Bisa Jadi Sumber Listrik Masa Depan, Potensinya di Indonesia Capai Ribuan Megawatt

Selain memperhatikan persentase pengisian daya, suhu perangkat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan baterai. Penggunaan laptop di atas kasur, bantal, atau permukaan yang menghambat sirkulasi udara dapat meningkatkan suhu perangkat dan mempercepat degradasi baterai. Karena itu, laptop sebaiknya digunakan pada permukaan yang datar dan memiliki ventilasi udara yang baik.

Bagi pengguna yang lebih sering menggunakan laptop di meja kerja dan selalu terhubung dengan adaptor daya, mengaktifkan fitur pembatas pengisian baterai menjadi pilihan yang tepat. Cara ini dapat membantu menjaga umur baterai tanpa harus terus-menerus mencabut dan memasang pengisi daya.

Meski demikian, sesekali mengisi daya hingga 100 persen tidak akan langsung merusak baterai. Hal yang perlu dihindari adalah menjadikannya sebagai kebiasaan setiap hari, terutama jika laptop terus berada dalam kondisi penuh dan terhubung dengan adaptor daya dalam waktu yang lama.

Pada akhirnya, menjaga baterai laptop tetap awet tidak hanya bergantung pada seberapa sering perangkat diisi ulang, tetapi juga pada kebiasaan pengguna dalam mengelola siklus pengisian daya dan suhu operasional perangkat. Dengan menjaga baterai berada di rentang 20 hingga 80 persen, pengguna dapat memperpanjang usia pakai laptop dan mempertahankan performanya lebih lama.

Back to top button