Main HP Saat Hujan Bisa Tersambar Petir? Ini Penjelasannya
Penggunaan ponsel saat hujan sering dikaitkan dengan risiko tersambar petir, namun pakar menegaskan bahaya justru lebih dipengaruhi lokasi dan kondisi lingkungan
Beredar anggapan bahwa menggunakan ponsel saat hujan dapat memicu sambaran petir. Namun para ahli menegaskan, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Risiko tersambar petir lebih dipengaruhi oleh lokasi seseorang berada, bukan karena penggunaan ponsel itu sendiri.
Pakar keselamatan petir dari National Weather Service, John Jensenius, menjelaskan bahwa ponsel tidak memiliki kemampuan menarik petir. Jika seseorang tersambar petir saat memegang ponsel, hal itu umumnya terjadi karena ia berada di tempat terbuka atau area tinggi saat badai berlangsung.
Petir cenderung menyambar objek yang lebih tinggi atau memiliki jalur konduktor yang jelas, seperti pohon, tiang listrik, pagar logam, atau bangunan tinggi. Berbeda dengan telepon rumah yang terhubung kabel, ponsel tidak memiliki jalur kabel panjang yang dapat menghantarkan listrik dari sambaran petir.
Sejumlah penelitian juga menegaskan bahwa kandungan logam kecil pada smartphone tidak cukup signifikan untuk memicu sambaran petir. Faktor yang lebih menentukan adalah posisi pengguna, misalnya berada di lapangan terbuka, di puncak bukit, atau dekat benda tinggi saat hujan disertai petir.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau berhati-hati saat terjadi hujan petir. Risiko terbesar justru muncul ketika seseorang berada di luar ruangan tanpa perlindungan. Berlindung di dalam bangunan atau kendaraan tertutup dinilai sebagai langkah paling aman untuk menghindari sambaran petir.
Fenomena kesalahpahaman ini menunjukkan pentingnya literasi sains di masyarakat, terutama terkait keselamatan saat cuaca ekstrem. Menggunakan ponsel saat hujan tidak secara langsung meningkatkan risiko tersambar petir, tetapi kondisi lingkungan sekitar tetap menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai.



