Safe and SecureUpdate News

Awas Bahaya! Pengguna Mobil Listrik Harus Paham Tanda-Tanda Ini Sebelum Terlambat

Pengguna mobil listrik kini diingatkan untuk lebih peka terhadap tanda-tanda peringatan pada kendaraan karena kesalahan kecil bisa berujung kerusakan fatal

Popularitas mobil listrik terus meningkat di Indonesia, tetapi banyak pengguna ternyata belum memahami bahwa kendaraan listrik memiliki sistem keselamatan dan indikator yang berbeda dibanding mobil konvensional. Padahal, mengabaikan tanda-tanda peringatan pada mobil listrik bisa memicu masalah serius.

Pakar keselamatan kendaraan listrik sekaligus Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar, mengatakan setiap mobil listrik telah dilengkapi sistem functional safety atau keselamatan elektronik yang dirancang untuk mencegah risiko lebih besar. Namun sistem tersebut tetap membutuhkan respons cepat dari pengemudi.

Menurut Gofar, tanda-tanda bahaya pada mobil listrik biasanya muncul melalui indikator warning di dashboard. Warna indikator juga memiliki arti berbeda.

“Biasanya indikator punya konvensi tersendiri. Kalau warna kuning berarti peringatan, sedangkan merah berarti bahaya dan harus segera ditangani,” ujar Mahaendra Gofar kepada detikOto.

Masalahnya, banyak pengguna mobil listrik justru mengabaikan warning tersebut karena merasa kendaraan masih bisa berjalan normal. Padahal kondisi itu bisa menjadi awal kerusakan lebih besar.

Tanda Bahaya Mobil Listrik yang Tidak Boleh Diabaikan

Salah satu kondisi yang paling sering terjadi adalah munculnya limp mode atau turtle mode. Pada kondisi ini, sistem mobil listrik otomatis membatasi tenaga kendaraan untuk mencegah kerusakan lebih fatal.

Biasanya mobil masih bisa berjalan, tetapi dengan kecepatan terbatas agar pengemudi bisa menepi dengan aman.

Selain itu, pengguna mobil listrik juga perlu waspada jika muncul tanda seperti:

  • indikator baterai bermasalah,
  • suhu baterai meningkat,
  • tenaga kendaraan tiba-tiba melemah,
  • sistem charging gagal,
  • muncul suara atau bau tidak normal,
  • hingga dashboard yang berkedip atau error.
Read More  Meledaknya EV di Jakarta Jadi Alarm Penting, Ada Resiko Tersembunyi

Dalam beberapa kasus, masalah pada mobil listrik juga bisa menyebabkan kendaraan mati total karena sistem elektronik tidak mendapatkan daya yang cukup.

Menurut Gofar, jika aki 12 volt pada mobil listrik soak, kendaraan bahkan tidak bisa dipindahkan secara normal karena sistem transmisi elektronik membutuhkan tenaga listrik untuk masuk ke mode netral atau towing mode.

Mobil Listrik Bukan Sekadar Nyalakan dan Jalan

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes M. Pasaribu, menilai banyak pengguna masih menganggap mobil listrik sama seperti kendaraan biasa.

Padahal, kendaraan listrik memiliki sistem keselamatan berlapis yang membutuhkan pemahaman teknis lebih baik dari pengemudi.

“Teknologi kendaraan listrik tidak akan maksimal jika pengemudi tidak memahami prosedur darurat dan sistem keselamatannya,” kata Yannes.

Ia menjelaskan mobil listrik modern sudah dilengkapi standar keamanan internasional seperti Battery Management System (BMS), thermal protection, hingga sistem fail-safe otomatis untuk mencegah risiko kecelakaan dan kerusakan baterai.

Namun teknologi tersebut tetap membutuhkan kesadaran pengguna dalam membaca indikator kendaraan.

Risiko Baterai Jadi Sorotan

Risiko panas berlebih pada baterai mobil listrik juga menjadi perhatian global. Beberapa produsen otomotif dunia bahkan sempat melakukan recall kendaraan listrik akibat potensi overheating baterai.

Karena itu, pengguna mobil listrik disarankan tidak mengabaikan perubahan performa kendaraan sekecil apa pun.

Pakar otomotif mengingatkan bahwa salah satu penyebab kerusakan fatal justru berasal dari kebiasaan pengguna yang tetap memaksakan kendaraan berjalan meski warning sudah muncul.

Dengan semakin banyaknya mobil listrik di jalan raya Indonesia, edukasi soal keselamatan kendaraan listrik dinilai menjadi semakin penting.

Sebab, mobil listrik bukan hanya soal teknologi modern dan ramah lingkungan, tetapi juga membutuhkan pemahaman baru dalam cara mengoperasikan kendaraan secara aman.

Back to top button