Safe and SecureUpdate News

Mudik Jakarta–Yogyakarta, Lebih Irit Mobil Listrik atau Bensin? Ini Hitung-hitungannya

Perjalanan mudik dari Jakarta ke Yogyakarta sejauh sekitar 550 kilometer memunculkan pertanyaan klasik, lebih hemat mana biaya energi antara mobil listrik dan mobil bensin?

Mudik melalui Tol Trans Jawa dari Jakarta menuju Yogyakarta menjadi salah satu rute favorit saat Lebaran. Selain mempertimbangkan waktu tempuh dan kepadatan lalu lintas, faktor biaya perjalanan juga menjadi perhatian, terutama di tengah tren penggunaan kendaraan listrik yang kian meningkat.

Jika menggunakan mobil konvensional berbahan bakar bensin dengan konsumsi rata-rata 14–16 kilometer per liter di jalur tol, maka untuk jarak sekitar 550 kilometer dibutuhkan sekitar 35–40 liter bensin. Dengan asumsi harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax di kisaran Rp14.000 per liter, total biaya bahan bakar sekali jalan bisa mencapai sekitar Rp490.000 hingga Rp560.000.

Sementara itu, mobil listrik (EV) dengan konsumsi energi rata-rata 6–7 kilometer per kWh memerlukan sekitar 80–90 kWh untuk menempuh jarak yang sama. Jika seluruh pengisian daya dilakukan di SPKLU fast charging dengan tarif sekitar Rp2.500–Rp3.000 per kWh, maka total biaya charging berkisar Rp200.000 hingga Rp270.000. Biaya bisa lebih murah lagi jika sebagian pengisian dilakukan dari rumah dengan tarif listrik PLN sekitar Rp1.500 per kWh.

Secara hitung-hitungan energi, mobil listrik berpotensi menghemat sekitar Rp250.000 hingga Rp300.000 untuk perjalanan sekali jalan dibanding mobil bensin. Artinya, untuk perjalanan pulang-pergi (PP), selisih penghematan bisa menembus setengah juta rupiah.

Meski demikian, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Pengguna mobil listrik perlu merencanakan setidaknya satu hingga dua kali pengisian daya di tengah perjalanan, tergantung kapasitas baterai. Waktu pengisian cepat (fast charging) umumnya memakan waktu 30–60 menit per sesi, dan saat arus mudik puncak ada potensi antrean di SPKLU.

Read More  KPK Manfaatkan AI untuk Periksa LHKPN, Awasi Harta Pejabat Lebih Cepat dan Akurat

Sebaliknya, mobil bensin unggul dari sisi kepraktisan. Pengisian BBM hanya membutuhkan waktu sekitar 5–10 menit dan jaringan SPBU tersebar luas di sepanjang tol maupun jalur alternatif.

Di sisi lain, kesiapan infrastruktur juga menjadi faktor penentu kenyamanan perjalanan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah SPKLU di sepanjang Tol Trans Jawa terus bertambah, terutama di rest area utama. Namun, distribusinya belum semerata SPBU konvensional, sehingga pengguna kendaraan listrik tetap perlu merencanakan titik pengisian sejak awal, termasuk memantau aplikasi penyedia charging untuk memastikan ketersediaan dan menghindari antrean saat puncak arus mudik.

Selain biaya energi, pemudik juga dapat mempertimbangkan biaya perawatan jangka panjang. Mobil listrik umumnya memiliki komponen bergerak lebih sedikit dibanding mesin pembakaran internal, sehingga biaya servis rutin cenderung lebih rendah. Meski harga awal kendaraan listrik masih relatif lebih tinggi, efisiensi energi dan potensi penghematan operasional bisa menjadi pertimbangan menarik bagi keluarga yang rutin melakukan perjalanan jarak jauh, termasuk mudik tahunan Jakarta–Yogyakarta.

Kesimpulannya, untuk rute mudik Jakarta–Yogyakarta, mobil listrik lebih unggul dari sisi biaya energi dan lebih ramah lingkungan. Namun, bagi pemudik yang mengutamakan kecepatan dan fleksibilitas tanpa jeda pengisian daya yang lebih lama, mobil konvensional masih menjadi pilihan yang lebih praktis. Pilihan terbaik pada akhirnya bergantung pada prioritas masing-masing pengguna: efisiensi biaya dan emisi, atau kemudahan dan kecepatan perjalanan.

Back to top button