HealthcareUpdate News

Penyalahgunaan Tramadol Mengkhawatirkan, Obat Keras Ini Bisa Picu Gangguan Mental hingga Kematian

Maraknya penyalahgunaan obat keras seperti tramadol,Maraknya penyalahgunaan obat keras seperti tramadol

Kasus penyalahgunaan obat keras kembali menjadi sorotan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap kondisi darurat penyalahgunaan tramadol dan obat sejenis di wilayah Bogor dan Depok. Obat yang seharusnya digunakan untuk meredakan nyeri berat itu kini banyak disalahgunakan, terutama oleh remaja dan usia produktif.

Tramadol merupakan obat golongan opioid yang bekerja memengaruhi sistem saraf pusat untuk mengurangi rasa sakit. Namun jika digunakan tanpa resep dan dosis yang tepat, obat ini dapat menimbulkan efek euforia sehingga rentan disalahgunakan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut penyalahgunaan tramadol kini semakin mengkhawatirkan karena banyak dikonsumsi secara bebas tanpa pengawasan tenaga medis.

Efek penggunaan tramadol secara berlebihan tidak hanya menyebabkan ketergantungan, tetapi juga bisa memicu gangguan kesehatan serius. Pengguna biasanya mengalami pusing, mengantuk, mual, penurunan kesadaran, hingga gangguan perilaku dan emosi.

Dalam jangka panjang, penyalahgunaan tramadol dapat menyebabkan kerusakan fungsi otak, gangguan mental, depresi, hingga kejang. Pada dosis tinggi, obat ini juga berisiko menyebabkan gangguan pernapasan yang dapat berujung kematian.

Pakar kesehatan menyebut banyak pengguna awalnya mengonsumsi tramadol karena ingin merasa lebih rileks, kuat bekerja, atau meningkatkan stamina. Namun efek candu yang muncul membuat pengguna sulit berhenti dan terus meningkatkan dosis konsumsi.

Yang mengkhawatirkan, obat keras seperti tramadol sering dijual ilegal tanpa resep melalui toko obat tidak resmi hingga penjualan online terselubung.

Selain tramadol, obat keras lain seperti hexymer dan trihexyphenidyl juga mulai banyak disalahgunakan karena memberikan efek halusinasi dan ketergantungan jika dikonsumsi tidak sesuai aturan medis.

Read More  Bukan Cuma Faktor Genetik, Gaya Hidup Ternyata Lebih Berpengaruh Picu Kanker

Penyalahgunaan obat keras kini dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda karena efeknya dapat merusak kesehatan fisik, mental, hingga masa depan pengguna.

Psikolog dan dokter adiksi mengingatkan kecanduan obat keras sering kali sulit dikenali pada tahap awal. Gejalanya bisa berupa perubahan perilaku, emosi tidak stabil, sulit tidur, prestasi menurun, hingga mulai menarik diri dari lingkungan sosial.

Karena itu, keluarga dan lingkungan sekitar diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku remaja dan anak muda yang berpotensi terlibat penyalahgunaan obat-obatan.

Pemerintah juga terus memperkuat pengawasan distribusi obat keras dan menindak penjualan ilegal yang semakin marak di masyarakat.

Kasus penyalahgunaan tramadol menjadi pengingat bahwa obat keras bukan untuk digunakan sembarangan. Tanpa pengawasan medis, obat yang seharusnya membantu pengobatan justru bisa berubah menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.

Back to top button