TechnoUpdate News

Data Bocor di Dark Web Bisa Jadi Senjata Kejahatan Siber, Seberapa Berbahaya?

Kebocoran data di dark web kembali menjadi sorotan setelah Kementerian ESDM menyebut data distributor BBM yang beredar bukan termasuk informasi rahasia

Dark web kembali menjadi perhatian publik setelah muncul kabar mengenai data distributor BBM yang diduga bocor dan diperjualbelikan di forum gelap internet. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa data tersebut bukan informasi rahasia karena sebagian besar bersifat umum dan berkaitan dengan distribusi.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan data yang beredar tidak termasuk kategori data sensitif negara. “Itu data distributor, bukan data yang sifatnya rahasia,” ujarnya terkait kabar kebocoran data di dark web.

Meski demikian, para pakar keamanan siber menilai kebocoran data dalam bentuk apa pun tetap perlu diwaspadai. Sebab, data yang terlihat sederhana sekalipun dapat dipakai untuk berbagai aktivitas ilegal, mulai dari penipuan digital, phishing, hingga rekayasa sosial (social engineering).

Dark web sendiri merupakan bagian tersembunyi dari internet yang tidak bisa diakses menggunakan mesin pencari biasa. Platform ini sering digunakan untuk aktivitas anonim, termasuk jual beli data curian, akun digital, malware, hingga dokumen ilegal.

Pakar keamanan siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha, menjelaskan bahwa data yang bocor di dark web sering kali dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk kejahatan yang lebih besar.

“Data yang terlihat tidak penting bisa dikombinasikan dengan data lain untuk melakukan profiling terhadap individu maupun perusahaan,” ujarnya dalam berbagai analisis keamanan digital.

Menurutnya, pelaku siber biasanya mengumpulkan potongan-potongan informasi dari berbagai sumber. Nama perusahaan, alamat email, nomor telepon, hingga data distribusi dapat dipakai untuk menyusun pola aktivitas target sebelum melakukan serangan lebih lanjut.

Read More  Mobil Listrik di Indonesia: Antara Gengsi, Efisiensi, dan Harapan Lingkungan

Risiko paling umum dari kebocoran data adalah phishing atau penipuan digital. Pelaku biasanya menggunakan data yang sudah bocor untuk membuat pesan palsu yang terlihat meyakinkan. Korban kemudian diarahkan untuk memberikan password, OTP, atau data finansial tanpa sadar.

Selain itu, data di dark web juga rentan dipakai untuk pencurian identitas. Dalam banyak kasus global, data pribadi yang bocor digunakan untuk membuka akun pinjaman online ilegal, pembobolan rekening, hingga penyebaran spam dan penipuan berkedok layanan resmi.

Yang mengkhawatirkan, kebocoran data saat ini semakin sering terjadi karena tingginya aktivitas digital masyarakat. Semakin banyak layanan yang terhubung ke internet, semakin besar pula potensi celah keamanan yang bisa dimanfaatkan pelaku siber.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Alexander Sabar, sebelumnya juga mengingatkan pentingnya perlindungan data di era digital. Menurutnya, keamanan siber kini bukan hanya isu teknologi, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik dan stabilitas layanan digital.

Meski data distributor BBM disebut bukan informasi rahasia, para ahli menilai perusahaan dan institusi tetap harus memperkuat sistem keamanan digital. Sebab, pelaku siber tidak selalu mencari data besar atau sangat sensitif. Informasi kecil yang tersebar sering kali cukup untuk membantu aksi kejahatan digital.

Karena itu, perusahaan disarankan rutin melakukan audit keamanan siber, memperbarui sistem perlindungan data, serta membatasi akses informasi internal. Edukasi terhadap pegawai juga dinilai penting karena banyak serangan siber bermula dari kelalaian manusia, seperti mengklik tautan palsu atau menggunakan password lemah.

Di sisi masyarakat, kewaspadaan juga menjadi kunci utama. Pengguna internet dianjurkan mengganti password secara berkala, mengaktifkan autentikasi dua faktor, serta tidak sembarangan membagikan data pribadi di platform digital.

Read More  Melalui BNIdirect Bisnis UMKM Kini Kelola Keuangan Lebih Mudah

Fenomena kebocoran data di dark web menunjukkan bahwa keamanan digital kini menjadi tantangan besar di era modern. Bahkan data yang dianggap “bukan rahasia” pun tetap dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang merugikan jika jatuh ke tangan yang salah.

Back to top button