Safe and SecureUpdate News

Singapura Juara Transportasi Umum Dunia, Jakarta Masuk 30 Besar

Singapura menjadi kota dengan transportasi umum terbaik dunia, sedangkan Jakarta menempati peringkat ke-28 dalam kategori transportasi publik berdasarkan Urban Mobility Readiness Index 2024.

Singapura menjadi kota dengan sistem transportasi umum terbaik dunia, sementara Jakarta berada di peringkat ke-28 dalam kategori transportasi publik berdasarkan Urban Mobility Readiness Index 2024.

Peringkat tersebut merupakan bagian dari Urban Mobility Readiness Index (UMR) 2024 yang disusun Oliver Wyman Forum bersama peneliti dari University of California, Berkeley. Indeks ini menilai kesiapan kota menghadapi perkembangan mobilitas perkotaan melalui sejumlah indikator, termasuk transportasi publik, mobilitas berkelanjutan, dan adopsi teknologi.

Dalam kategori Public Transit, Singapura menempati posisi pertama dengan skor 74,2 persen. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong, Stockholm, Copenhagen, dan Paris.

Sementara itu, Jakarta berada di posisi ke-28 dengan skor 52,6 persen. Posisi tersebut menunjukkan bahwa transportasi publik Jakarta sudah masuk kelompok yang cukup kompetitif dibandingkan puluhan kota besar dunia lainnya.

Jakarta di Posisi 28

Posisi Jakarta cukup menarik karena berada jauh di atas sejumlah kota Asia Tenggara lainnya.

Dalam kategori Public Transit, Kuala Lumpur berada di posisi ke-41, Bangkok ke-46, sedangkan Manila menempati posisi ke-63. Jakarta menjadi salah satu kota Asia Tenggara dengan posisi tertinggi setelah Singapura.

Oliver Wyman Forum mencatat Jakarta memiliki sejumlah kekuatan dalam sistem transportasi publiknya. Kota ini mempunyai berbagai moda transportasi, jam operasional yang panjang, tarif yang relatif terjangkau, serta aplikasi multimoda yang dilengkapi sistem pembayaran terintegrasi.

Sistem transportasi Jakarta juga mencakup bus rapid transit, metro, light rail, dan kereta komuter. Pengembangan jaringan MRT Jakarta masih terus dilakukan untuk memperluas jangkauan angkutan massal.

Read More  Liburan Natal dan Tahun Baru dengan Mobil Listrik, Ini yang Perlu Disiapkan agar Perjalanan Nyaman

Singapura Masih Jadi yang Terbaik

Di sisi lain, Singapura menunjukkan keunggulan yang lebih kuat dalam kategori transportasi publik.

Kota tersebut tidak hanya mempunyai jaringan transportasi yang terintegrasi, tetapi juga tingkat pemanfaatan angkutan umum yang tinggi. Oliver Wyman Forum mencatat penggunaan transportasi publik Singapura telah mencapai sekitar 93,5 persen dari tingkat sebelum pandemi.

Jaringan MRT, bus, dan moda transportasi lainnya menjadi bagian penting dari mobilitas sehari-hari masyarakat maupun wisatawan di Singapura.

Keunggulan Singapura juga terlihat dari kemampuannya mengembangkan transportasi untuk kebutuhan masa depan. Kota tersebut tercatat berada di posisi teratas kategori Public Transit dan juga menempati posisi keenam dalam kategori Technology Adoption.

Bukan Peringkat Keseluruhan

Ada hal penting yang perlu diperhatikan dari data tersebut. Peringkat ke-28 Jakarta bukan berarti Jakarta berada di urutan ke-28 dari seluruh aspek mobilitas perkotaan.

Dalam peringkat keseluruhan Urban Mobility Readiness Index 2024, Jakarta berada di posisi ke-51 dengan skor 38 persen.

Jakarta memperoleh posisi ke-28 untuk Public Transit, posisi ke-62 untuk Sustainable Mobility, dan posisi ke-46 untuk Technology Adoption.

Sementara Singapura berada di posisi ketiga secara keseluruhan. Kota tersebut berada di belakang San Francisco dan Paris dalam peringkat UMR Index secara keseluruhan, tetapi menjadi nomor satu dalam kategori Public Transit.

Pelajaran untuk Jakarta

Capaian Jakarta di posisi ke-28 menunjukkan bahwa pembangunan transportasi massal dalam beberapa tahun terakhir mulai memberikan hasil.

Keberadaan MRT, LRT, TransJakarta, dan kereta komuter membuat pilihan angkutan umum di Jakarta semakin beragam. Tantangannya kini bukan hanya menambah moda transportasi, tetapi memastikan seluruh jaringan tersebut semakin mudah digunakan sebagai satu sistem yang terintegrasi.

Pengalaman Singapura menunjukkan bahwa kualitas transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh banyaknya jalur kereta atau jumlah armada. Konektivitas, kemudahan berpindah moda, akses menuju stasiun, efisiensi, keterjangkauan, serta kemampuan mengadopsi teknologi juga menjadi bagian penting.

Read More  Waspada Hepatitis A, Penyakit Menular yang Dialami Jessica Iskandar Ini Bisa Menyerang Siapa Saja

Dengan posisi ke-28 dunia untuk Public Transit, Jakarta sebenarnya sudah memiliki fondasi untuk terus memperbaiki sistem transportasinya. Tantangan berikutnya adalah bagaimana meningkatkan kualitas tersebut agar semakin mendekati kota-kota dengan sistem transportasi publik terbaik dunia.

Back to top button