HealthcareUpdate News

Benarkah Ada Makanan yang Bisa Bikin Berat Badan Turun Cepat? Ini Faktanya

Keinginan menurunkan berat badan dengan cepat sering membuat orang mencari makanan atau minuman yang disebut bisa “membakar lemak”, padahal tidak ada satu jenis asupan yang secara ajaib dapat menghilangkan lemak tubuh dalam waktu singkat

Beragam makanan dan minuman kerap dipromosikan sebagai “pembakar lemak”. Mulai dari kopi, teh hijau, makanan tinggi protein, hingga berbagai produk diet yang menjanjikan berat badan turun dalam waktu singkat. Klaim tersebut tentu menarik bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Namun, apakah benar ada makanan atau minuman tertentu yang bisa membuat berat badan turun dengan cepat?

Spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa tidak ada makanan atau minuman yang secara ajaib langsung menghilangkan lemak tubuh setelah dikonsumsi. Makanan tertentu memang dapat membantu proses diet, tetapi sifatnya hanya sebagai pendukung, bukan pembakar lemak instan.

Tidak Ada Makanan yang Langsung Membakar Lemak

Menurut dr. Yaze, anggapan bahwa seseorang bisa mengonsumsi makanan atau minuman tertentu kemudian lemak tubuh langsung hilang merupakan mitos.

Penurunan berat badan pada dasarnya membutuhkan perubahan pola hidup secara menyeluruh. Asupan makanan memang memiliki peran penting, tetapi hasilnya tidak ditentukan oleh satu jenis makanan saja. Dengan kata lain, mengonsumsi kopi hitam atau teh hijau tidak akan membuat lemak tubuh tiba-tiba lenyap jika pola makan secara keseluruhan masih berlebihan.

Makanan dan minuman tertentu hanya dapat membantu menciptakan kondisi yang mendukung proses penurunan berat badan, misalnya dengan membuat seseorang lebih kenyang atau membantu mengendalikan nafsu makan.

Makanan Tinggi Protein Bisa Membantu Kenyang Lebih Lama

Salah satu kelompok makanan yang dapat mendukung program diet adalah makanan tinggi protein. Protein membutuhkan energi lebih besar untuk dicerna dibandingkan karbohidrat dan lemak. Selain itu, makanan tinggi protein dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Read More  Kasus Campak Naik di Indonesia, IDAI Minta Orang Tua Waspadai Gejala Ini

Sumber protein dapat diperoleh dari telur, ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, susu dan produk olahannya, maupun berbagai sumber protein nabati seperti tahu dan tempe. Namun, bukan berarti semakin banyak protein yang dikonsumsi maka berat badan akan semakin cepat turun.

Jumlah asupan secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan. Makanan tinggi protein yang sekaligus tinggi lemak atau dikonsumsi dalam porsi berlebihan tetap dapat menambah asupan energi.

Serat Membantu Mengendalikan Nafsu Makan

Selain protein, makanan kaya serat juga dapat menjadi bagian penting dalam pola makan untuk menurunkan berat badan. Sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian merupakan beberapa sumber serat.

Serat dapat memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Dengan demikian, seseorang dapat lebih mudah mengendalikan keinginan untuk terus makan atau ngemil. Karena itu, jika ingin menurunkan berat badan, memperbanyak makanan utuh yang kaya serat dapat menjadi pilihan dibandingkan hanya mengandalkan produk yang mengklaim sebagai “fat burner”.

Bagaimana dengan Teh Hijau dan Kopi Hitam?

Teh hijau dan kopi hitam atau Americano juga disebut dapat membantu proses diet. Kandungan kafein dalam kopi dapat memberikan efek terhadap metabolisme dan sementara membantu menekan rasa lapar. Teh hijau juga mengandung kafein dan antioksidan yang disebut dapat memberikan efek pendukung terhadap metabolisme. Namun, manfaat tersebut tidak boleh diterjemahkan sebagai kemampuan untuk membakar lemak dalam jumlah besar secara instan.

Terlebih jika kopi kemudian ditambahkan banyak gula, krimer, sirup, atau bahan lain yang meningkatkan jumlah kalorinya. Minuman yang awalnya relatif rendah kalori dapat berubah menjadi minuman dengan kandungan energi cukup tinggi. Karena itu, cara mengonsumsi makanan atau minuman juga penting diperhatikan.

Read More  PPATK Ungkap, Pemain Judi Online Bergaji di Bawah Rp5 Juta Turun Signifikan 68 Persen

Jangan Tergiur Diet yang Menjanjikan Hasil Instan

Keinginan mendapatkan hasil cepat dapat membuat seseorang tergoda menjalani diet ekstrem. Misalnya, memangkas asupan makanan secara drastis, menghilangkan kelompok makanan tertentu tanpa alasan medis, atau hanya mengandalkan satu jenis makanan.

Cara tersebut mungkin membuat angka di timbangan turun dalam waktu singkat, tetapi penurunan berat badan tidak selalu berarti seluruhnya berasal dari berkurangnya lemak tubuh. Pembatasan yang terlalu ketat juga sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Ketika seseorang kembali ke kebiasaan makan sebelumnya, berat badan dapat kembali meningkat.

Waspadai Efek Yoyo

Dokter Yaze mengingatkan risiko yoyo effect, yaitu kondisi ketika berat badan turun selama menjalani diet tetapi kemudian kembali meningkat setelah program dihentikan. Menurutnya, menjalani diet ketat selama beberapa bulan lalu kembali ke pola hidup lama justru dapat memicu kenaikan berat badan kembali. Ia menekankan bahwa perubahan gaya hidup membutuhkan konsistensi dan sebaiknya menjadi kebiasaan jangka panjang.

Karena itu, tujuan program penurunan berat badan sebaiknya bukan sekadar mengejar angka timbangan turun secepat mungkin. Yang lebih penting adalah membangun pola makan dan aktivitas fisik yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Lantas, Apa yang Sebaiknya Dimakan?

Daripada mencari satu makanan yang dianggap sebagai “pembakar lemak”, pola makan seimbang lebih penting.

Piring makan dapat diisi dengan kombinasi sumber protein, sayuran, buah, serta sumber karbohidrat dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

Makanan tinggi protein dapat membantu rasa kenyang, sementara sayuran dan sumber serat lainnya membantu memperbaiki kualitas pola makan.

Di sisi lain, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, makanan ultra-proses, serta makanan dengan kandungan energi tinggi perlu dikendalikan porsinya.

Dengan pola tersebut, seseorang tidak perlu bergantung pada satu jenis makanan yang diklaim mampu menurunkan berat badan secara instan.

Read More  55 Tahun Fuso di Indonesia, Tampilkan Truk Masa Depan

Berat Badan Turun Cepat Belum Tentu Lebih Baik

Penurunan berat badan yang sehat tidak harus berlangsung secara dramatis Kecepatan penurunan berat badan dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi kondisi awal, pola makan, aktivitas fisik, usia, kondisi kesehatan, serta berbagai faktor lainnya.

Karena itu, keberhasilan diet sebaiknya tidak hanya diukur dari seberapa cepat angka timbangan turun. Kemampuan mempertahankan berat badan dan membangun kebiasaan yang lebih sehat dalam jangka panjang justru menjadi bagian penting dari keberhasilan pengelolaan berat badan.

Tidak ada makanan atau minuman ajaib yang bisa membuat lemak tubuh hilang dengan cepat. Makanan tinggi protein, makanan kaya serat, teh hijau, dan kopi hitam dapat membantu mendukung program diet melalui rasa kenyang atau efek tertentu terhadap metabolisme, tetapi bukan berarti mampu membakar lemak secara instan.

Jadi, daripada berburu makanan “pembakar lemak”, lebih baik membangun pola makan seimbang, mengatur porsi, aktif bergerak, dan menjalankannya secara konsisten. Diet yang berhasil bukanlah diet yang paling cepat menurunkan berat badan, melainkan pola hidup yang mampu dipertahankan dalam jangka panjang.

Back to top button