Bukan Hanya Umur Pakai, Ini 5 Kebiasaan yang Membuat Baterai Mobil Cepat Rusak
Kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele ternyata dapat mempercepat penurunan performa dan usia pakai baterai mobil
aterai merupakan salah satu komponen termahal pada mobil modern, terutama kendaraan listrik dan hybrid. Namun, banyak pemilik kendaraan tidak menyadari bahwa kerusakan baterai sering kali bukan disebabkan faktor usia, melainkan kebiasaan penggunaan yang kurang tepat.
Hal ini juga disoroti dalam laporan Kompas.com yang menyebutkan bahwa baterai mobil hybrid dan listrik dapat mengalami penurunan performa lebih cepat akibat pola penggunaan yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan.
Sejumlah praktisi otomotif dan teknisi kendaraan elektrifikasi menyebut setidaknya ada lima faktor utama yang paling sering menyebabkan baterai mobil cepat rusak.
1. Terlalu Sering Mengosongkan Baterai hingga Habis
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan pengguna kendaraan listrik adalah membiarkan kapasitas baterai turun hingga mendekati nol persen sebelum diisi ulang.
Praktisi kendaraan listrik Bastoni menjelaskan bahwa mengisi daya ketika baterai sudah benar-benar kosong dapat mempercepat penurunan kualitas baterai dalam jangka panjang. Ia menyarankan pengisian daya dilakukan sebelum kapasitas baterai mencapai titik kritis.
Pada mobil hybrid, kondisi serupa juga dapat terjadi ketika kendaraan terlalu lama tidak digunakan sehingga kapasitas baterai terus menurun.
2. Membiarkan Mobil Terlalu Lama Tidak Digunakan
Banyak pemilik kendaraan mengira mobil yang jarang dipakai akan membuat komponen lebih awet. Faktanya, hal tersebut justru bisa berdampak buruk pada baterai.
Dealer Technical Support Department Head PT Toyota Astra Motor, Didi Ahadi, menjelaskan bahwa baterai mobil hybrid memerlukan siklus penggunaan yang normal agar tetap berada dalam kondisi optimal. Mobil yang terlalu lama dianggurkan dapat menyebabkan baterai kekurangan arus listrik dan memperpendek umur pakainya.
Karena itu, mobil sebaiknya tetap dijalankan secara berkala meskipun tidak digunakan setiap hari.
3. Terlalu Sering Menggunakan Fast Charging
Fitur pengisian cepat memang sangat membantu, terutama saat perjalanan jauh. Namun penggunaan fast charging secara berlebihan dapat mempercepat degradasi baterai.
Head of Service Planning and Strategy Department Hyundai Motors Indonesia, Suprayetno, mengingatkan bahwa terlalu sering menggunakan fast charging dapat menyebabkan kapasitas baterai berkurang lebih cepat dibandingkan pengisian daya normal.
Direktur Marketing PT International Chemical Industry, Hermawan Wijaya, juga menyarankan pengguna sesekali menggunakan slow charging agar keseimbangan antar sel baterai tetap terjaga.
4. Mengabaikan Sistem Pendingin Baterai
Panas merupakan musuh utama baterai kendaraan listrik maupun hybrid.
Pemilik Dokter Mobil, Lung Lung, mengatakan bahwa sistem pendinginan baterai harus diperiksa secara berkala karena overheating dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai dan mengurangi usia pakainya.
Pada mobil hybrid, saluran udara dan filter pendingin baterai juga perlu dibersihkan secara rutin agar sirkulasi udara tidak terganggu.
5. Lalai Melakukan Perawatan Berkala
Banyak pemilik kendaraan listrik beranggapan mobil listrik hampir tidak memerlukan perawatan. Padahal sejumlah komponen pendukung baterai tetap harus diperiksa secara rutin.
Menurut Lung Lung, pemeriksaan sistem kelistrikan, pendingin baterai, inverter, hingga komponen pendukung lainnya sangat penting untuk menjaga performa kendaraan. Jika diabaikan, risiko kerusakan baterai dan sistem kelistrikan dapat meningkat.
Pada mobil hybrid, kondisi aki 12 volt juga perlu diperhatikan. Penggunaan aki yang tidak sesuai spesifikasi bahkan dapat memicu korosi pada konektor dan berdampak pada baterai utama kendaraan.
Baterai Bisa Bertahan Lebih dari 10 Tahun
Meski banyak kekhawatiran mengenai biaya penggantian baterai, sejumlah produsen otomotif menyatakan baterai kendaraan listrik dan hybrid modern dirancang untuk bertahan dalam jangka panjang.
Didi Ahadi menjelaskan bahwa usia baterai sangat bergantung pada pola penggunaan dan perawatan. Dengan penggunaan yang benar, baterai mobil hybrid dapat bertahan sangat lama dan tetap berfungsi optimal selama bertahun-tahun.
Karena itu, faktor yang paling menentukan bukan hanya teknologi baterainya, melainkan juga kebiasaan pemilik kendaraan dalam mengoperasikan dan merawat mobil sehari-hari.





