Safe and SecureUpdate News

Mencampur BBM Demi Hemat, Efektif atau Justru Bikin Mesin Cepat Rusak?

Di tengah kenaikan harga bahan bakar, banyak pengendara mencoba mencampur BBM untuk berhemat, namun langkah ini ternyata tidak selalu aman bagi mesin.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis nonsubsidi, mendorong sebagian pemilik kendaraan mencari cara untuk menekan biaya operasional. Salah satu praktik yang mulai banyak dilakukan adalah mencampur BBM dengan nilai oktan berbeda dalam satu tangki.

Secara sekilas, cara ini terlihat masuk akal. Dengan mencampur BBM beroktan tinggi dan rendah, pengguna berharap tetap mendapatkan performa mesin yang cukup baik dengan biaya lebih murah. Namun, para ahli mengingatkan bahwa efektivitas cara ini tidak sesederhana yang dibayangkan.

Pakar konversi energi dari Institut Teknologi Bandung, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menjelaskan bahwa mencampur BBM sebenarnya tidak langsung menimbulkan masalah selama nilai oktan hasil campuran masih sesuai dengan spesifikasi mesin. Namun, risiko muncul ketika nilai oktan tersebut turun di bawah standar yang direkomendasikan pabrikan.

Jika hal itu terjadi, mesin berpotensi mengalami knocking atau bunyi “ngelitik” akibat pembakaran yang tidak sempurna. Dalam jangka pendek, kondisi ini bisa menurunkan performa kendaraan. Sementara dalam jangka panjang, kerusakan pada komponen penting seperti piston dan katup mesin bisa terjadi.

Di sisi lain, penggunaan BBM dengan oktan lebih tinggi dari kebutuhan mesin memang relatif aman, tetapi tidak selalu memberikan manfaat signifikan. Bahkan, dalam beberapa kasus, konsumsi bahan bakar justru bisa meningkat karena pembakaran tidak berlangsung optimal.

Risiko lain juga datang dari perbedaan komposisi dan aditif dalam setiap jenis BBM. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menegaskan bahwa mencampur BBM dapat menghasilkan angka oktan yang tidak stabil, sehingga memicu pembakaran tidak merata di dalam mesin.

Read More  Waspada! Penipuan M-Banking Marak Jelang Lebaran, Begini Cara Kerjanya

Dampaknya tidak hanya pada penurunan tenaga, tetapi juga bisa menyebabkan penumpukan karbon, penyumbatan filter, hingga kerusakan pada sistem injeksi. Dalam jangka panjang, biaya perbaikan bahkan bisa jauh lebih besar dibanding penghematan yang didapat dari mencampur BBM.

Selain itu, penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi juga dapat menyebabkan mesin bekerja lebih keras, menghasilkan panas berlebih, dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Artinya, niat awal untuk berhemat justru bisa berbalik menjadi pemborosan.

Para ahli pun sepakat bahwa mencampur BBM bukanlah solusi ideal untuk menghemat biaya. Cara paling aman dan efisien tetap dengan menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.

Pada akhirnya, memilih BBM bukan hanya soal harga, tetapi juga investasi untuk menjaga performa dan umur mesin tetap optimal dalam jangka panjang.

Back to top button