Techno

AI Tak Bikin Profesi Sekretaris Punah, Justru Makin Strategis

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, profesi sekretaris justru dinilai tetap relevan dan tidak akan tergantikan sepenuhnya oleh teknologi.

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memunculkan kekhawatiran akan hilangnya sejumlah profesi, termasuk sekretaris. Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh pimpinan Universitas Tarakanita yang menilai profesi ini justru tetap memiliki peran penting di masa depan.

Rektor Universitas Tarakanita menegaskan bahwa AI tidak akan mematikan profesi sekretaris, melainkan mengubah cara kerja dan meningkatkan peran strategisnya. Menurutnya, teknologi hanya akan mengambil alih tugas-tugas administratif yang bersifat repetitif, sementara peran manusia tetap dibutuhkan dalam aspek yang lebih kompleks.

“Sekretaris bukan hanya soal administrasi, tetapi juga komunikasi, pengambilan keputusan, dan kemampuan memahami konteks,” ujarnya.

Dalam praktiknya, AI memang mampu membantu pekerjaan seperti penjadwalan, pengolahan data, hingga penyusunan dokumen secara otomatis. Namun, kemampuan tersebut belum mampu menggantikan aspek penting yang dimiliki manusia, seperti empati, intuisi, serta kemampuan membangun relasi.

Peran sekretaris modern justru semakin berkembang menjadi lebih strategis, tidak hanya sebagai pendukung administratif, tetapi juga mitra dalam pengelolaan organisasi. Mereka dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami dinamika bisnis, serta mampu beradaptasi dengan teknologi.

Transformasi ini juga mendorong perubahan dalam dunia pendidikan. Lembaga pendidikan kini mulai menyesuaikan kurikulum dengan memasukkan literasi digital dan pemanfaatan AI, agar lulusan siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Di sisi lain, AI dipandang sebagai alat yang dapat meningkatkan produktivitas, bukan sebagai ancaman. Dengan memanfaatkan teknologi, sekretaris dapat bekerja lebih efisien dan fokus pada tugas-tugas yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Read More  Tencent Cloud dan GoTo Sukses Migrasi Data, Perkuat Kedaulatan Digital Indonesia

Pandangan ini sejalan dengan tren global, di mana banyak profesi tidak benar-benar hilang, tetapi berevolusi mengikuti perkembangan teknologi. Profesi sekretaris pun diperkirakan akan tetap eksis, dengan peran yang semakin kompleks dan strategis.

Dengan demikian, kunci bertahan di era AI bukanlah menghindari teknologi, melainkan beradaptasi dan meningkatkan keterampilan agar tetap relevan di tengah perubahan.

Back to top button