HealthcareUpdate News

Gen Z Wajib Tahu! Ini Batas Aman Konsumsi Gula Harian agar Terhindar dari Diabetes

Gaya hidup serba praktis dan konsumsi minuman manis membuat Gen Z perlu lebih waspada terhadap asupan gula harian agar tidak berujung pada risiko diabetes.

Tren konsumsi minuman dan makanan manis di kalangan generasi muda semakin meningkat, namun di balik itu tersimpan risiko kesehatan serius. Para ahli mengingatkan bahwa Gen Z perlu memahami batas aman konsumsi gula harian agar terhindar dari penyakit seperti diabetes.

Secara umum, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization merekomendasikan konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Idealnya, angka tersebut bahkan ditekan hingga 5 persen untuk manfaat kesehatan yang lebih optimal.

Dalam praktiknya, batas tersebut setara dengan sekitar 25–50 gram gula per hari atau sekitar 4–10 sendok teh, tergantung kebutuhan kalori masing-masing individu.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI juga memberikan panduan yang cukup jelas. Batas konsumsi gula harian dianjurkan maksimal 50 gram atau setara dengan sekitar 4 sendok makan per orang per hari.

Masalahnya, konsumsi gula masyarakat—terutama anak muda—sering kali jauh melebihi angka tersebut. Banyak yang tidak menyadari bahwa gula tidak hanya berasal dari minuman manis, tetapi juga tersembunyi dalam makanan olahan seperti saus, roti, hingga camilan kekinian.

Kelebihan gula dalam tubuh akan disimpan sebagai lemak. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memicu kenaikan berat badan, obesitas, hingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Tak hanya itu, konsumsi gula berlebih juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak stabil. Dalam jangka panjang, hal ini dapat merusak fungsi insulin dan memicu berbagai komplikasi kesehatan.

Read More  Tren Mendaki Gunung saat Libur Akhir Tahun, Waspadai Risiko Hipotermia di Musim Hujan

Para ahli menekankan bahwa kunci utama bukan hanya mengurangi gula, tetapi juga memahami sumbernya. Banyak produk yang terlihat “sehat” ternyata mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

Bagi Gen Z yang aktif dan dinamis, menjaga pola makan menjadi tantangan tersendiri. Namun, langkah sederhana seperti mengurangi minuman manis, membaca label gizi, serta mengganti camilan dengan buah segar bisa menjadi cara efektif untuk mengontrol asupan gula.

Dengan semakin tingginya kasus diabetes di usia muda, kesadaran sejak dini menjadi kunci. Mengontrol konsumsi gula bukan berarti menghilangkannya sepenuhnya, tetapi memastikan jumlahnya tetap dalam batas aman agar tubuh tetap sehat dalam jangka panjang.

Back to top button