FintalkUpdate News

Ini Besaran Dana Darurat Ideal untuk Jomblo dan Sandwich Generation

Setiap orang memiliki kebutuhan dana darurat berbeda, terutama bagi yang masih lajang hingga generasi sandwich dengan beban finansial lebih besar.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dana darurat terus meningkat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, masih banyak yang keliru dalam menentukan jumlah ideal dana darurat, khususnya bagi mereka yang berstatus lajang (jomblo) maupun bagian dari generasi sandwich.

Dana darurat merupakan simpanan khusus yang disiapkan untuk menghadapi kondisi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kebutuhan mendesak lainnya. Tanpa dana ini, seseorang berisiko terjebak utang saat kondisi darurat terjadi.

Mengacu pada rekomendasi Kementerian Keuangan, besaran dana darurat ideal ditentukan berdasarkan pengeluaran bulanan, bukan dari gaji. Untuk individu lajang, jumlah yang disarankan berkisar antara 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan.

Artinya, jika seseorang memiliki pengeluaran Rp5 juta per bulan, maka dana darurat yang perlu disiapkan sekitar Rp15 juta hingga Rp30 juta.

Sementara itu, kebutuhan dana darurat akan meningkat signifikan bagi generasi sandwich, yakni mereka yang harus menanggung kebutuhan orang tua sekaligus dirinya sendiri. Dalam kondisi ini, jumlah dana darurat bisa mencapai 6 hingga 12 kali pengeluaran bulanan, tergantung jumlah tanggungan.

Perbedaan ini terjadi karena tingkat risiko finansial yang lebih tinggi. Generasi sandwich tidak hanya bertanggung jawab pada kebutuhan pribadi, tetapi juga keluarga, sehingga membutuhkan cadangan dana lebih besar untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Selain status, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi besaran dana darurat, seperti stabilitas pekerjaan, kondisi kesehatan, hingga jumlah sumber penghasilan. Semakin tidak stabil kondisi tersebut, semakin besar dana darurat yang sebaiknya disiapkan.

Read More  WFH untuk Hemat Energi, Kemenkes Imbau Bike to Work dan Jalan Kaki 7.500 Langkah per Hari

Para perencana keuangan juga menekankan bahwa dana darurat sebaiknya disimpan di instrumen yang likuid atau mudah dicairkan, seperti tabungan atau deposito jangka pendek. Tujuannya agar dana bisa langsung digunakan saat dibutuhkan tanpa proses yang rumit.

Meski terlihat berat, pengumpulan dana darurat bisa dilakukan secara bertahap. Konsistensi menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan menjadi kunci utama dalam membangun keamanan finansial.

Di tengah tekanan ekonomi dan gaya hidup yang semakin kompleks, memiliki dana darurat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Baik bagi jomblo maupun generasi sandwich, kesiapan finansial ini menjadi fondasi penting untuk menghadapi risiko hidup yang tidak terduga.

Back to top button